Malang Raya

Nilep Uang Honor Kegiatan, Kepala Satpol PP Kota Batu Robiq Yunianto Ditetapkan Jadi Tersangka

Nilep Uang Honor Kegiatan, Kepala Satpol PP Kota Batu Robiq Yunianto Ditetapkan Jadi Tersangka Oleh Kejaksaan Negeri

Nilep Uang Honor Kegiatan, Kepala Satpol PP Kota Batu Robiq Yunianto Ditetapkan Jadi Tersangka
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Kepala Satpol PP Kota Batu, Robiq Yunianto (kanan), ditetapkan tersangka. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menetapkan tersangka kasus Pemotongan Honorarium Kegiatan Piket Satpol PP Kota Batu tahun 2017 di empat tempat.

Tersangka kasus itu ialah Kepala Satpol PP Kota Batu, Robiq Yunianto. Namun Robiq tidak ditahan karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk dilakukan penahanan.

Empat lokasi itu ialah Balai Kota Among Tani, Gedung DPRD, Rumah Dinas Wali Kota Batu, dan Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu Tahun anggaran 2017.

Kasi Pidsus Kejari KOta Batu, Fariman mengatakan yang bersangkutan tidak ditahan karena harus melakukan kontrol kesehatan rutin.

"Ya benar Kejari sudah menetapkan satu tersangka, tetapi tidak dilakukan penahanan. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk keluar masuk rutan untuk cek kesehatan," kata dia saat dihubungi, Rabu (7/11/2018).

Ia menjelaskan kasus yang menjerat Kepala Satpol PP itu karena pemotongan honorarium anggota Satpol PP. Ada pun beberapa saksi yang diperiksa mulai dari bendahara, pengawas piket, Banpol, dan lainnya.

Dikatakannya ia sudah bersurat kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jatim untuk menghitung berapa nilai kerugian negara.

"Hasilnya masih belum tahu, baru beberapa hari kami mengirimkan hal ini. Secepatnya lah," imbuhnya.

Pihaknya menyebutkan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dari kasus ini.

Oleh karena itu ia terus melakukan penyidikan dari kasus ini berdasarkan laporan hasil dari pemeriksaan saksi-saksi.

Kejari Kota Batu menetapkan tersangka sejak Senin (5/11/2018) lalu. Pihaknya mulai melakukan Penyelidikan sejak Mei 2018 dan dilakukan Penyidikan sejak Agustus 2018.

Tersangka dikenai pasal berlapis, yaitu pasal 2 dan Pasal 3 no 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, Pasal 12 e UU Tipikor tentang pemotongan honorarium. Lalu pasal 9 tentang pemalsuan dokumen.

"Barang buktinya ada beberapa dokumen. Tersangka ini tetap memenuhi panggilan walaupun sakit. Tetapi kami tetap memantau setiap aktivitas tersangka ini," pungkasnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved