Malang Raya

Pelajar SMAN 8 dan SMKN 8 Kota Malang Harumkan Nama Indonesia di New Delhi India

Dua siswa Kota Malang, Ikhlas Muhammad Sabilly, siswa SMAN 8; dan Reyhan, siswa SMKN 8 meraih kemenangan di New Delhi, India

Pelajar SMAN 8 dan SMKN 8 Kota Malang Harumkan Nama Indonesia di New Delhi India
IST
Reihan, siswa SMKN 8 dan Ikhsan Muhammad Sabilly, siswa SMAN 8 Kota Malang meraih kemenangan di India berkat penelitian I Care Table. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dua siswa Kota Malang, Ikhlas Muhammad Sabilly, siswa SMAN 8; dan Reyhan, siswa SMKN 8 meraih kemenangan di New Delhi, India pada Oktober 2018 lalu.

Mereka membawakan penelitian tentang I Care Table di ajang International Exhibition For Young Inventors (IEYI) 2018.

Meja ini bisa mengatur jarak ideal agar siswa tidak terkena rabun jauh. Selain itu juga memperbaiki postur tubuh yang biasanya membungkuk.

"Kami ke India ini setelah menang lomba tingkat nasional yang diadakan LIPI," jelas Ikhlas pada SURYAMALANG.COM, Rabu (7/11/2018) di SMAN 8.

Waktu itu, Ikhlas dan Reyhan masih satu sekolah di SMPN 1 Kota Malang pada 2017. Setelah itu berlanjut di ajang international di India dalam posisi beda sekolah untuk meneruskan penelitiannya.

"Kadang ya ketemuan dengan Reyhan di rumah, WA atau sekolah buat mempersiapkan," papar siswa kelas X MIPA 6 ini.

Jika dulu masih prototipe, saat di India, mejanya direalisasikan dengan skala 1:1 dan dilengkapi sensor.

Di India, ada beberapa bidang lomba. Mereka ikut bidang pendidikan dan rekreasi.

"Di sana ya sempat agak minder dengan peserta lain. Seperti dari Taiwan dengan CNC di mana lewat program bisa mengukir kayu. Tapi ternyata bisa menang," ujar dia.

Dari Indonesia ada tiga tim yang dikirim. Ia menyatakan, senang ada kegiatan lomba seperti ini.

Sebab siswa yang memiliki minat di penelitian mendapatkan sarananya. Ia berharap, hasil penelitian I Care Table tidak berhenti di sini.

"Saya ingin bisa dikembangkan. Saya ingin kerjasama dengan Berkraf agar bisa diproduksi massal untuk sekolah," harapnya.

Dengan begitu bisa dimanfaatkan siswa. "Misalkan saja di sekolah Kota Malang. Kalau per angkatan misalkan ada 200 an siswa, maka bisa membantu siswa tidak terkena rabun jauh," katanya.

Ide awalnya dulu saat mereka masih di SMP melihat banyak teman mereka menggunakan kacamata.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved