Surabaya

Suami Dipenjara di Lamongan, Istri Bisnis Sabu-sabu dengan Pria di Banyuwangi

Keduanya berinisial AS (42), pria asal Tegal Gondo Banyuwangi dan IR (45), perempuan asal kampung Sunan Derajat, Lamongan.

Suami Dipenjara di Lamongan, Istri Bisnis Sabu-sabu dengan Pria di Banyuwangi
Nur Ika Anisa
PENGEDAR SABU-SABU - AS (42), pria asal Tegal Gondo Banyuwangi dan IR (45), perempuan asal kampung Sunan Derajat, Lamongan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Polrestabes Surabaya membekuk dua orang terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang dilakukan di daerah Genteng, Banyuwangi.

Keduanya berinisial AS (42), pria asal Tegal Gondo Banyuwangi dan IR (45), perempuan asal kampung Sunan Derajat, Lamongan.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Indra Mardiyana, Rabu (7/11/2018), mengatakan, penangkapan kedua pelaku dari pengembangan kasus narkoba jenis sabu-sabu yang dikirim melalui sebuah ekspedisi.

Kedua orang ini berperan sebagai kurir narkoba yang diduga dikendalikan jaringan Lapas.

Barang buktinya paket sabu seberat 100 gram.

"Kami awalnya menangkap seorang yang saat itu mengambil paket dari Surabaya ke Banyuwangi. Kami langsung menangkap dan melakukan penggledahan. Setelah dibuka benar barang tersebut berisi sabu. Barang bukti 100 gram," kata AKBP Indra Mardiyana.

Kepada polisi, AS mengaku mendapat barang dari perempuan berinisial IR di Lamongan.

Sembari tertunduk, IR mengakui dirinya yang mengirimkan sabu-sabu ke Banyuwangi.

IR berperan sebagai pengendali barang tersebut yang kemudian memerintahkan AS mengambil barang di Banyuwangi.

"Peran masing-masing ada yang mengendalikan, memiliki dan membawa barang tersebut," kata AKBP Indra Mardiyana.

IR mengaku bisnis narkoba yang ia lakukan itu dilakukan sejak suaminya tertangkap Polres Lamongan karena kasus narkoba dan saat ini berada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas).

"Suami saya di Lapas, kasusnya sama narkoba. Dia (AS) teman suami saya," kata IR.

"Kami telusuri darimana barang tersebut, akan diberikan kepada siapa dan upaya lain maupun barang bukti yang lebih dari yang kami dapatkan," kata Indra.  Nur Ika Anisa

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved