Surabaya

Yasmin Oktavia: Jawa Timur Punya Motif Batik Terbanyak se-Indonesia

Sebagai Runner Up 1 Puteri Batik Indonesia 2017, Yasmin Oktavia kerap membagikan informasi soal batik Jawa Timur di akun Instagramnya @yasminoktav.

Yasmin Oktavia: Jawa Timur Punya Motif Batik Terbanyak se-Indonesia
Runner Up 1 Puteri Batik Indonesia 2017, Yasmin Oktavia 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebagai Runner Up 1 Puteri Batik Indonesia 2017, Yasmin Oktavia kerap membagikan informasi soal batik Jawa Timur di akun Instagramnya @yasminoktav.

Satu di antaranya adalah batik khas Tuban, yakni gedog.

Menurut mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga ini, Jawa Timur sebenarnya memiliki motif batik terbanyak se-Indonesia.

"Dan tiap daerahnya, di 38 kabupaten dan kota-kotanya, itu punya motifnya masing-masing. Sangat banyak, mereka biasanya ambil motif dari kearifan lokal," tutur perempuan kelahiran Mekah, 16 Oktober 1996 itu, Minggu (4/11/2018).

Ia mencontohkan batik Ponorogo, yang mengambil motif terinspirasi reog, serta Surabaya mengadaptasi ikon Suro dan Boyo, makanan khas semanggi, serta pahlawan lokal Sawunggaling.

"Surabaya sebenarnya motifnya juga banyak, tapi kurang dikenal, tidak seperti Madura dengan batik tulisnya, dan Tuban dengan batik gedog. Kalau yang seperti itu kan sudah nasional," ujarnya.

News presenter sebuah televisi swasta tersebut pun mendengar soal pembatik Surabaya yang mulai mengkreasikan motif sendiri, yang terinspirasi dari lingkungan sekitar mereka.

Runner Up 1 Puteri Indonesia 2016 mengaku senang dengan perkembangan ini.

"Ide-ide itu saya setuju, harusnya diapresiasi dan didukung. Apalagi kalau bisa dipatenkan, agar motif khas Surabaya lebih beragam," katanya.

Ia juga berharap, sebagai langkah awal, batik Surabaya bisa populer di warganya sendiri.

Hal itu bukan tak mungkin baginya, selama masyarakat mau ikut membantu mempromosikan batik khas Surabaya.

"Kalau ditanya tugas siapa, tentu tugas kita semua untuk mempopulerkan batik Surabaya. Batik Surabaya bukan hanya milik perajin dan budayawan, tetapi kita semua. Kita bisa membantu dengan mengenalkan dan bantu melestarikan," terangnya.

Apalagi, tambahnya, model batik kini semakin menarik, dan sudah banyak anak muda yang mengenakan batik sebagai pakaian reguler, misalnya dipakai saat ke kampus maupun hangout.

"Jadi sangat bisa batik Surabaya untuk menjadi terkenal," pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved