Universitas Brawijaya

Yudi Latif: Gangnam Style Bisa Mendunia Padahal Lebih Enak Jaipong atau Tari Saman

"Anak saya sendiri suka KPop, belajar bahasa Korea, suka fashion Korea," jelas Yudi Latif, pemerhati kebangsaan dalam seminar itu.

Yudi Latif: Gangnam Style Bisa Mendunia Padahal Lebih Enak Jaipong atau Tari Saman
sylvianita widyawati
Suasana seminar nasional kebudayaan II di FIB Universitas Brawijaya Malang, Rabu (7/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Program studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) Malang menggelar Seminar Nasional Kebudayaan (SNK) II dengan tema Indonesia sebagai Ruang Imajinasi, Rabu (7/11/2018) memaknai 73 tahun Indonesia.

Ruang imajinasi kebangsaan antara lain terpengaruh pada teknologi komunikasi masa kini. Misalkan saja kini budaya Korea digandrungi anak milenial.

"Anak saya sendiri suka KPop, belajar bahasa Korea, suka fashion Korea," jelas Yudi Latif, pemerhati kebangsaan dalam seminar itu.

Mantan Kepala Pelaksana Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) itu menyatakan sebelumnya tidak ada yang terlalu peduli Korea. Namun dengan cepat menyebar berkat teknologi baru. Bahkan kini mungkin 50 persen warga Indonesia punya produk Korea. Termasuk HP.

"Bahkan Gangnam Style bisa mengglobal sampai ke Hollywood. Kalau menurut saya lebih enak jaipong atau tari Saman. Namun bantuan teknologi membuat makin kemana-mana," jelasnya. Tak hanya budaya, transportasi juga sudah berbeda peradabannya. Sehingga ada yang online dan tidak.

“Kita patut bersyukur tinggal di Indonesia dengan pertanian, peternakan, perikanan yang melimpah, memiliki bahkan suku dan bahasa yang paling banyak di dunia. Namin kita tak boleh terpecah-belah," jelasnya.

Yudi Latif dalam seminar ini membawakan makalah perihal Sumpah Pemuda dan Disrupsi Bangsa.

Pembicara lain, Dr Hipolitus Kristoforus Kewuel (dosen Antropologi FIB UB) membawakan makalah Dialog Agama: Jalan Menuju Ruang Bersama.

Ada pula sejarahwan Prof Peter Carey dengan presentasinya yang berjudul Imagining Indonesia – an Historical Perspective, 1785-1942.

Acara seminar dibuka Rektor UB, Prof De Ir Nuhfil Hanani MS.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved