Malang Raya

Hadir di UB Malang, Anggota Komisi XI DPR RI Sampaikan Materi Tentang Era Ekonomi Digital

Andreas Eddy Susetyo, anggota Komisi XI DPR RI Dapil V Malang Raya hadir menjelaskan bahwa di era ekonomi digital, banyak jenis pekerjaan tergantikan

Hadir di UB Malang, Anggota Komisi XI DPR RI Sampaikan Materi Tentang Era Ekonomi Digital
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Anggota Komisi XI dari Dapil V Malang Raya, Andreas Eddy Susetyo (kaos merah) saat hadir di Samanta Krida Universitas Brawijaya Malang, Kamis (8/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Andreas Eddy Susetyo, anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil V Malang Raya hadir menjelaskan bahwa di era ekonomi digital, banyak jenis pekerjaan tergantikan. Oleh karenanya, ia meminta mahasiswa mempersiapkan diri sejak sekarang.

Hal itu disampaikan saat hadir di kegiatan di Samanta Krida Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (8/11/2018) dengan tema "Ekonomi Digital itu Kita Banget". Disebutnya, tiga hal di ekonomi digital yaitu financial technology (fintech), e commerse, dan on demand service.

Pada fintech, model pembayaran, peminjaman dana dll sudah dilakukan lewat gadget. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai ratusan fintech. Dampaknya mengurangi penggunaan SDM karena memanfaatkan teknologi. Namun di sisi lain mewujudkan inklusi keuangan. Tapi, lanjutnya, bagi SDM yang menguasai TI juga menjadi rebutan.

Hal ini karena ada indikasi membajak SDM yang kompeten. Misalkan untuk SDM usaha startup (rintisan).

"Jadi, di era disrupsi, jika biasa-biasa saja juga gak cocok. Mereka juga terbiasa bekerja pada jam tak biasa. Misalkan malam hari," paparnya.

Sementara itu, ia juga optimistis e commerse di Indonesia. Meski saat ini masih 0,8 persen. Namun berpeluang besar dalam mengembangkan bisnis dan memiliki pasar. Antara lain karena banyaknya pengguna HP dan jumlah penduduk Indonesia.

Sedang ekonomi digital berupa on demand service dicontohkan pada aplikasi online yang memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Mulai cari makanan, bayar tagihan dll.

Pemerintah, lanjut politisi dari PDI P ini, membantu masyarakat yang ingin memanfaatkan IT lewat pemberian domain gratis sebanyak 1 juta dari Kementrian Kominfo. Selain bisa mendigitalisasi UMKM serta membantu start up.

Andreas mengatakan, potensi-potensi besar Indonesia, baik di PDB (Pendapatan Domestik Bruto) yang pada 1 triliun USD pada 2017, pelaku digital terbesar di dunia karena pemakai HP sangat besar serta bonus demografi jika tidak dioptimalkan akan disayangkan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved