Malang Raya

Pemkot Usul Upah Minimun Kota Malang Sebesar Rp 2,6 Juta

Pemkot Malang mengirim draft usulan upah minimun kota/kabupaten (UMK) ke Pemprov Jatim pada Kamis (8/11/2018).

Pemkot Usul Upah Minimun Kota Malang Sebesar Rp 2,6 Juta
The Odyssey Online
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang mengirim draft usulan upah minimun kota/kabupaten (UMK) ke Pemprov Jatim pada Kamis (8/11/2018).

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan Pemkot mengusulkan UMK Kota Malang sekitar Rp 2,6 juta.

Nilai itu sesuai hitungan bersama Dewan Pengupahan.

( Baca juga : Tim Gabungan Razia di Tempat Hiburan Malam di Kota Malang )

Menurutnya, Pemkot tidak bisa memutuskan ketetapan UMK.

Sesuai peraturan, Pemkot hanya mengusulkan. Nantinya penetapan akan dilakukan oleh Pemprov Jatim.

“Meskipun UMK-nya lebih tinggi Kabupaten Malang, itu karena ada rumusnya,” terang Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM.

( Baca juga : Duh! Masih Ada Pemilik Motor yang Salah Gunakan Lahan Parkir Difabel di Taman Bungkul Surabaya )

Sutiaji menambahkan nilai UMK ini disesuaikan dengan kebutuhan individual.

“Saya minta Disnaker agar ada peningkatan, dan memanusiakan manusia, dan jangan halangi investasi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Asosiasi Pekerja Sejahtera Malang, Tasman menjelaskan selama Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan masih berlaku, akan terjadi disparitas antar daerah.

( Baca juga : Nenek 63 Tahun Tewas Saat Motor Vixion Kecelakaan di Tuban )

PP yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2015 itu telah mematok rumusan pasti kenaikan UMK.

Tasman mendorong agar disparitas antar daerah tidak terjadi.

Dia berharap nilai UMK Malang Raya bisa sama dengan kawasan di ring 1, seperti Surabaya, Pasuruan, Gresik, dan Sidoarjo.

( Baca juga : Usai Kecelakaan, Pria Mojokerto Ini Terancam Masuk Penjara, Barang Seberat 25 Gram Jadi Penyebab )

“Sementara ini kan ada disparitas antara ring satu dan di luar itu,” ujar Tasman.

Selama PP 78 berlaku, tidak mungkin UMK Malang Raya sama dengan kawasan ring 1.

“Itu karena sudah ada rumusannya. Harapan kami, ada perubahan masalah item kebutuhan,” tambahnya.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Mulai Pria Panjat Tower 72 Meter, sampai 3 Kebakaran di Surabaya )

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved