Sidoarjo

Siap Pasang Ratusan Kamera Pengintai Sejumlah Titik Rawan Di Sidoarjo

Dari hasil pembahasan dengan Dinas Perhubungan Sidoarjo, sedikitnya ada 151 titik yang akan dipasangi kamera pengintai.

Siap Pasang Ratusan Kamera Pengintai Sejumlah Titik Rawan Di Sidoarjo
ico.org.uk
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Sidoarjo bakal dilengkapi CCTV di semua titik rawan. Utamanya titik rawan pelanggaran lalu lintas, rawan kriminalitas, dan rawan pembuangan sampah sembarangan.

Menurut Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan, dari hasil pembahasan dengan Dinas Perhubungan, sedikitnya ada 151 titik yang akan dipasangi kamera pengintai.

"Dari jumlah itu, tahun ini sudah terpasang di 16 titik. Anggarannya di tahun 2017 mencapai Rp 1 miliar karena termasuk perangkatnya," kata Wawan, panggilan Sullamul Hadi Nurmawan.

Pemasangan CCTV itu bakal dilakukan bertahap sampai tahun 2021. Setiap tahun dipasang sekitar 45 kamera di titik rawan yang sudah ditentukan.

"Itu bukan hanya di wilayah kota, tapi juga di berbagai kecamatan. Intinya, titik yang dipasangi kamera adalah yang rawan tiga hal tersebut," sabung politisi PKB tersebut.

Tahun 2019, dalam KUA-PPAS sudah disiapkan dana untuk pengadaan CCTV di sekitar 34 titik. Jika dirasa kurang, ada kemungkinan bakal ditambah dalam pembahasan APBD atau pada PAK 2019 nanti.

Program usulan dewan ini disebutnya untuk memantau jalan, mengawasi kriminalitas dan menjaga lingkungan dari aksi buang sampah sembarangan.

Terpisah, Dishub Sidoarjo malah ingin memasang sekitar 1.000 CCTV di Kota Delta. Karena angggaran dari APBD terbatas, pihaknya ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan di Sidoarjo melalui CSR-nya untuk mewujudkan rencana itu.

Menurut Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amig, kamera pengintai bakal dipasang mulai dari jalan raya Porong hingga Waru. Tujuannya untuk memantau lalu-lintas serta keamanan wilayah. "Perusahaan juga berkepentingan, yakni untuk penjagaan aset dan sebagainya," kata dia.

Dishub juga berencana CCTV diintegrasikan dengan command center. Tujuannya, agar pemkab bisa memantau seluruh wilayah. Seperti memantau kemacetan. "Ketika ada titik macet, petugas akan segera turun mengurai kemacetan," jelasnya.

CCTV juga direncanakan bisa terhubung dengan command center Polresta Sidoarjo. Sehingga ketika ada tindakan kejahatan, seperti jambret dan pencurian, bisa terekam kamera. Termasuk dalam penanganan lalu lintas oleh petugas Satlantas.

Penulis: M Taufik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved