Malang Raya

Hari Pahlawan, Patung Pahlawan Nasional Hamid Rusdi Tampak Kurang Terawat

Meskipun berada di kawasan elit, patung Pahlawan Hamid Rusdi terlihat kurang terawat. Cat pada celana terlihat terkelupas sebagian.

Hari Pahlawan, Patung Pahlawan Nasional Hamid Rusdi Tampak Kurang Terawat
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Patung Pahlawan Nasional, Hamid Rusdi di Kota Malang terlihat kurang terawat. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Di Jalan Besar Ijen terdapat sebuah patung yang begitu megah. Patung itu berdiri di kawasan yang terkenal dengan sebutan Simpang Balapan. Mungkin tidak banyak yang tahu siapa nama dari patung itu. Orang hanya lalu lalang di jalanan.

Patung itu adalah sosok Hamid Rusdi. Pahlawan Nasional yang berasal dari Malang. Pangkat terakhirnya adalah Mayor. Hamid Rusdi lahir di Pagak, Kabupaten Malang, medio 1911. Ia meninggal muda di usia 38 tahun tepatnya pada 8 Maret 1949 di Kota Malang. Hamid Rusdi meninggal karena ditembak pihak Belanda saat tertangkap.

Di Hari Pahlawan, 10 November 2018, patung itu tetap berdiri gagah dengan sebilah pedang pora di tangan kirinya. Taman bunga yang melingkari patung tampak indah memanjakan mata. Meskipun berada di kawasan elit, namun patung itu terlihat kurang terawat. Cat pada celana terlihat terkelupas sebagian.

Begitu juga bagian belakang patung. Helm perang yang berada di dekat patung warnanya juga mulai mengikis. Dari pantauan suryamalang.com, tidak hanya patung Hamid Rusdi saja yang terkesan tidak terawat. Patung Chairil Anwar yang berada di kawasan Kayu Tangan juga terlihat serupa seperti patung Hamid Rusid. Hanya Patung Trip saja yang terlihat masih bagus.

Di hari yang sama juga, Pemkot Malang bersama unsur Forkopimda melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan di Balaikota Malang. Ditemui setelah upacara, Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko ketika dimintai keterangan terkait perawatan patung pahlawan di Kota Malang, katanya perawatan harus dilakukan setiap saat.

“Ya kalau itu sangat mungkin untuk dilakukan. Terkait keindahan kota dan kepatutan sangat mungkin. Tidak hanya dalam rangka Hari Pahlawan saja, hari biasa juga dibetulkan. Oleh karena itu menjadi pekerjaan rutin,” katanya.

Mengomentari kondisi patung yang kurang terawat, Edi menjelaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi untuk mengambil langkah. Di sisi lain, Edi juga mengingatkan bahwa yang lebih hakiki bagaimana mengambil sebuah hikmah dari perjalanan bangsa ini melalui keberadaan patung para pahlawan.

“Yang mana sampai saat ini, banyak pengorbanan yang diberikan tanpa pamrih. Itu adalah pahlawan. Pahlawan itu cirinya berkorban tidak untuk dirinya, tapi untuk orang banyak,” imbuhnya, Sabtu (10/11/2018).

Sekda Kota Malang Wasto ketika dimintai keterangan terkait kondisi patung yang kurang terawat, menjelaskan akan mengambil tindakan melalui dinas terkait. Dinas terkait yang dimaksud adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Pengecetannya ya? Iya nanti saya sikapi. Oke terima kasih masukkannya. Nanti saya himbau untuk diperhatikan lagi oleh Disperkim,” kata Wasto singkat. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved