Jember

Tingkatkan Kewaspadaan Berkendara Saat Hujan, Warning Satlantas Polres Jember

Pada intinya semua jalur rawan kecelakaan, sebab kecelakaan itu bisa terjadi karena faktor alam, kendaraan, juga manusia.

Tingkatkan Kewaspadaan Berkendara Saat Hujan, Warning Satlantas Polres Jember
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Bus terlibat kecelakaan saat turun hujan lebat di Jember 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan berkendara saat hujan. Demikian disampaikan oleh Kanit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Jember, Iptu Adam, Sabtu (10/11/2018).

"Karena bisa jadi saat hujan deras, pandangan tidak jelas, juga jalanan licin. Tentunya kami mengimbau pengendara makin berhati-hati. Saat hujan deras, nyalakan lampu utama kendaraan," kata Adam.

Adam juga mengingatkan, jalur-jalur yang patut diwaspadai karena rawan kecelakaan antara lain mulai dari Sumberbaru, Tanggul, dan Bangsalsari, juga di Pakusari.

Jalur Sumberbaru - Tanggul - Bangsalsari - Rambipuji merupakan jalan nasional penghubung Surabaya - Jember. Sedangkan Pakusari merupakan jalan nasional penghubung Jember - Banyuwangi.

"Pada intinya semua jalur rawan kecelakaan, sebab kecelakaan itu bisa terjadi karena faktor alam, kendaraan, juga manusia. Memang ada titik-titik rawan seperti Pakusari, Sumberbaru, juga Tanggul," imbuh Adam.

Kecelakaan terakhir di jalur yang diwaspadai itu terjadi di Jalan Raya Jember - Surabaya di Desa Rowotengah Kecamatan Sumberbaru, Jumat (9/11/2018). Kecelakaan beruntun terjadi antara bus, mobil Kijang, dan sepeda motor roda tiga.

Ketika itu di kawasan tersebut diguyur hujan meski tidak begitu deras. Kecelakaan terjadi di pertigaan dekat warung suka-suka.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi satu orang pengendara dirawat di rumah sakit. Mobil Kijang ringsek, bus rusak bagian depan, begitu juga sepeda motor roda tiga.

Peristiwa itu bermula saat bus Ladju bernomor polisi N 7690 UW yang dikemudikan Edrus (41) warga Jalan Dr Wahidin SH XII Rt02/04 Kel Petamanan Kecamatan Pasuruan melaju dari timur ke barat.

Sedangkan Toyota Kijang N 1996 YT yang dikemudikan Muhammad Bashori (33) warga DusunKrajan rt 10/07 Ds. Gucialit Kec. Gucialit Kab. Lumajang bersama Santika Permana (38) melaju barat ke timur.

Sesampainya di TKP pengemudi bus tidak memperhatikan arus lalu lintas, saat sebuah truk yang melaju searah di depannya berbelok ke kiri tanpa memberikan aba-aba lampu.

Karena jarak terlalu dekat, dan bus melaju cukup kencang, akhirnya sopir bus mengerem mendadak sambil banting setir ke kanan. Namun nahas, dari arah depan melaju mobil Kijang.

Tabrakan tak terhindarkan. Mobil kijang oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor toda tiga P 9679 K yang dikemudikan Muhamad Jaelani (59), warga Dusun Krajan Kidul Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru, Jember.

Akibat kecelakaan itu, sopir mobil Kijang M Bashori mengalami luka di lengan kanan dan perut dan dirawat di RSU Kaliwates, Jember.

"Kami mengimbau kepada pengendara jangan mengedepankan ego, jangan melaju kencang atau terburu-buru bahkan merasa benar sendiri dan ternyata malah merugikan diri sendiri dan orang lain. Terutama saat ini sudah memasuki musim penghujan, harus semakin meningkatkan kewaspadaan saat berkendara," pungkas Adam.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved