Malang Raya

Jadi Atlet Paralayang, Gadis Keturunan Belanda Ini Berusaha Tenang Saat Berada di Udara

Jeanette Christesha Benen (15) terjun ke olahraga paralayang berisiko ini karena ingin melawan rasa takutnya dan menguji adrenalin.

Jadi Atlet Paralayang, Gadis Keturunan Belanda Ini Berusaha Tenang Saat Berada di Udara
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Jeanette Christesha Benen 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Jeanette Christesha Benen (15) menjadi atlet paralayang sejak 2017 lalu.

Gadis keturunan Belanda ini terjun ke dunia olahraga berisiko ini karena ingin melawan rasa takutnya dan menguji adrenalin.

“Sejak awal saya penasaran dengan olahraga ini.”

( Baca juga : Hasil Akhir Arema FC Vs Perseru – Tim Tamu Makin Terbenam, Singo Edan Tempel Persebaya )

“Karena ayah saya merupakan instruktur paralayang, jadi secara tidak langsung menular ke saya,” kata gadis yang akrabd isapa Noti ini kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (11/11/2018).

Siswi SMAN 1 Kota Batu ini juga pernah mengalami turbulensi, dan mendarat di pohon.

Namun, kejadian itu tidak membuat gadis berambut cokelat itu putus asa.

( Baca juga : Hasil Skor Sementara Arema FC Vs Perseru – Tim Tamu Dapat Penalti, Skor Menjadi 4-1 )

“Saya tahu ini memang olahraga penuh resiko, seperti jatuh, turbulensi, dan lainnya.”

“Tetapi begitu berada di udara, saya berusaha tenang. Jangan sampai panik, dan tetap fokus,” paparnya.

Noti pernah menempati posisi dua dalam Liga 3 di Pacitan pada 2018, dan posisi tiga di Liga 4 di Ponorogo.

( Baca juga : Pekan 30 Jadi Pekan Angker Bagi 3 Kandidat Jawara Liga 1 2018, Persib dan PSM Gagal Dapat Poin )

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved