Bisnis

BPPT Kembangkan Bibit Unggul Spesifik Lokasi, Mampu Naikkan Produktifitas Jagung Di Pasuruan

Sebelum adanya program itu dengan tata cara taman yang diberikan BPPT, produktifitas jagung hanya sekitar 3 ton per hektar

BPPT Kembangkan Bibit Unggul Spesifik Lokasi, Mampu Naikkan Produktifitas Jagung Di Pasuruan
IST
BPPT Panen raya jagung di wilayah kabupaten Pasuruan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, akhir pekan lalu bersama instansi terkait melakukan panen jagung di wilayah Kabupaten Pasuruan. Panen jagung itu merupakan hasil dari pengembangan cara tanam sesuai dengan langkah yang diberikan oleh BPTP.

"Yakni dengan penggunaan bibit unggul spesifik lokasi, memperbanyak populasi tanaman, dan penggunaan pupuk yang berimbang," kata Chendy Tafakrenanto, Kepala BPTP Jatim, Senin (12/11/2019).

Panen jagung itu dilakukan di Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Selain di daerah itu, pada pekan yang sama, hingga akhir pekan ini, panen jagung yang menggunakan program ini dilakukan secara serentak di enam wilayah kabupaten lainnya di Jatim.

Khusus di wilayah Kabupaten Pasuruan, dalam program yang dicanangkan BPTP ini, tahun 2018 mendapatkan bantuan benih jagung dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk areal seluas 7.000 hektar. Sementara di wilayah Kecamatan Wonorejo, total ada 1.400 hektar yang siap panen.
"Dari jumlah itu, dari Desa Kluwut, mencapai 200 hektar dengan produktifitas mencapai 6 ton per hektar," tambah M Ihwan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan.

Jumlah itu merupakan surplus. Mengingat sebelum adanya program ini dengan tata cara taman yang diberikan, produktifitas hanya dibawahnya, bahkan hanya sekitar 3 ton per hektar saja.  "Tapi saat ini sudah bisa bertambah," ungkap Ihwan.

Sementara itu, Chendy menambahkan, bila target BPTP, pihaknya ingin mengembangkan produktifitas jagung di Jatim bisa mencapai 9 hingga 10 tom per hektar. "Target itu itu, karena melihat potensi lahan dan kebun jagung yang belum dimaksimalkan. Target tersebut diharapkan bisa tercapai pada musim atau tahun tanam jagung selanjutnya," tambah Chendy.

Sementara Ketua Kelompok Tani Desa Kluwut, Cholilulah menambahkan, bila bantuan benih jagung dan pendampingan dari tim dibawah Kementerian Pertanian ini sangat bermanfaat bagi para petani.

"Kami bersyukur, hasil panen jagung cukup bagus dan harganya juga baik di kisaran Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per kilogram. Harapannya, dengan jagung kami ini yang surplus, tidak ada kebijakan pemerintah yang impor jagung. Sehingga produk kami benar-benar bermanfaat untuk kebutuhan dalam negeri," tandas Cholilulah.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved