Malang Raya

Majelis Hakim PN Kepanjen Tolak Gugatan Sengketa YPI di Gondanglegi, Kabupaten Malang

Majelis hakim PN Kepanjen menolak gugatan terkait sengketa YPI di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Majelis Hakim PN Kepanjen Tolak Gugatan Sengketa YPI di Gondanglegi, Kabupaten Malang
Tribunnews.com
Ilustrasi.

 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN- Polemik sengketa kepengurusan Yayasan Pendidkan Islam (YPI), masih belum hasilkan titik temu.

Yayasan yang berlokasi di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang itu masih di perebutkan oleh dua kubu. Yakni, Zainuddin sebagai penggugat dan Rohmad Yasin, Kyai Nastai dan Hasan Bisri sebagai pihak tergugat. 

Permaslahan ini nampaknya masih akan berlanjut dikarenakan, gugatan yang dilayangkan oleh kubu Zainuddin terkait kepemilikan yayasan, ditolak oleh majelis hakim. Pada saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Senin (12/11/2018).

Suasana kala itu di Pengadilan Negeri Kepanjen terpantau ramai. Ratusan massa yang diketahui dari kubu tergugat turut mengawal kasus ini. Puluhan polisi pun bersiaga antisipasi hal yang tak diingkan.

Alasan ditolaknya gugatan yang diajukan kubu Zainuddin karena, dinilai majelis hakim cacat formal. 

Tak dikabulkannya gugatan tersebut, juga karena faktor, yang mengajukan gugatan bukan ketua, sekretaris atau bendahara yayasan, namun kepala sekolah yakni Zainuddin sendiri.

Merespon ditolaknya gugatan ini, kuasa hukum Zainuddin, Agus Salim Ghozali menuturkan, pihaknya bukan kalah ataupun menang.  

"Ya karena gugatannya ditolak. Jadi tidak ada yang kalah atau menang," ungkap Agus usai sidang, Senin (12/11/2018). 

Untuk langkah hukum berikutnya, Agus menjelaskan pihaknya masih akan mendiskusikannya dengan rekanannya. Agus mengaskan, arah langkah selanjutnya dirinya tak bisa jelaskan untuk saat ini.

"Saya masih koordinasikan dulu. Belum bisa saya sampaikan," bebernya menegaskan.

Di kubu sebelah yakni Kuasa Hukum tergugat, Arifin berpesan kepada pendukung Rohmad Yasin supaya tak senang dulu. 

Arifin menganalogikan, meski gugatan Zainuddin namun bukan berarti dimenangkan oleh pihak Rohmad. Bukan berarti nantinya sidang ini dimenangkan oleh kubu Yasin.  

"Saya berpesan terkait hal ini, ya jangan senang dulu, karena kita akan terus berjuang," pesan Arifin saat itu kepada massa. 

Terkait langkah hukum banding atau langkah lainnya, Arifin menjelaskan masih akan menunggu langkah berikutnya dari penggugat. 

 

"Banding atau tidak akan terlihat 14 hari nanti," jelasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang didapat. Polemik ini mencuat karena dilatarbelakangi oleh perebutan pengelolaan yayasan, sehingga muncul dualisme kepengurusan.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved