Malang Raya

Pengendara Motor Tanpa Helm Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Batu

Kasatgas Gakkum Operasi Zebra 2018, Ipda Anton Hendri mengatakan jumlah pelanggar dari tahun 2017 ke tahun 2018 cendrung turun.

Pengendara Motor Tanpa Helm Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Batu
IST
Pengendara motor yang terjaring Operasi Zebra 2018 Kota Batu 

SURYAMALANG.COM, BATU - Selama 14 hari Polres Batu menggelar Operasi Zebra 2018, yakni sejak 30 Oktober sampai 12 November 2018. Dari hasil Operasi Zebra 2018 itu total ada 619 pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara.

Rinciannya ialah tidak menggunakan helm standart SNI ada 244 pengendara, tidak menggunakan sabuk keselamatan 10 pengendara, pengendara di bawah umur ada 127 pengendara, melawan arus 185 pengendara, dan sisanya pelanggaran lainnya.

Dalam Operasi Zebra ini paling banyak memang pelanggaran tidak menggunakan helm standar. Kasatgas Gakkum Operasi Zebra 2018, Ipda Anton Hendri mengatakan jumlah pelanggar dari tahun 2017 ke tahun 2018 cendrung turun.

"Kalau tahun ini totalnya 619 pelanggar, tahun 2017 ada 2100 pelanggar. Tetapi target kami bukan banyaknya pelanggar, justru kami menyadarkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan saat berkendara," ungkapnya saat ditemui di Polres Batu, Selasa (13/11/2018).

Tindakan yang diberikan kepada pengendara ini selain memberikan surat tilang juga memberikan teguran ditempat. Anton menambahkan tidak ada pengendara yang ketahuan membawa Narkoba atau sedang dalam pengaruh obat-obatan saat berkendara.

Anton menyebutkan titik-titik yang dijadikan lokasi operasi Zebra 2018 ini jalan yang tidak sering terjadi kepadatan pengendara.

"Jalan kami mengutamakan keselamatan pengendara, seperti di Jalan Sultan Agung, Jalan Semeru, Jalan Trunojoyo, Jalan Diponegoro, dan jalan menuju Songgoriti karena di sana ada jalan dua arah," ungkapnya.

Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto SIK menambahkan bahwa operasi ini dilaksanakan sebagai bentuk cipta kondisi sebelum pelaksanaan Operasi Lilin Semeru tahun 2018 yang akan berlangsung pada bulan Desember.

"Apalagi Kota Batu sebagai kota wisata, kami berharap melalui Operasi Zebra bisa menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas. Dan menekan angka pelanggar lalu lintas," kata Budi.

Ia menguraikan, untuk sasaran Operasi Zebra adalah pengendara yang tidak memiliki surat izin mengemudi, melebihi kecepatan, tidak menggunakan helm SNI, membonceng lebih dari satu orang, pengendara di bawah umur hingga pelanggaran pengemudi yang menelepon saat berkendara.

Untuk menekan angka pelanggaran hingga kecelakaan lalu lintas. "Ada juga kami bentuk tim untuk sosialisasi ke masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah. Tujuannya untuk memberikan edukasi tagar tertib berlalu lintas," imbuh alumnus Akpol tahun 2000 ini.

Sosialisasi yang diberikan nanti seperti ujian teori dan praktek SIM untuk meningkatkan jumlah masyarakat yang sadar tertib berlalu lintas. Khusus untuk sekolah, sosialisasi ditekankan ke siswa kelas 3 SMA.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved