Pemilu

Silaturahmi Ke Tulungagung, Jajaran Pengurus NASDEM Jatim Sampaikan Konsep Restorasi Indonesia

Silaturahmi ini untuk mengomunikasikan untuk apa ada NasDem. Utamanya menyampaikan konsep Restorasi Indonesia yang diusung partai NASDEM

Silaturahmi Ke Tulungagung, Jajaran Pengurus NASDEM Jatim Sampaikan Konsep Restorasi Indonesia
suryamalang.com/David Yohanes
Jajaran pengurus DPW Jatim Partai NasDem, saat silaturahmi ke Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur Partai Nasional Demokrat (NASDEM) melakukan silaturahmi ke wilayah Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/11/2018). Silaturahmi ini untuk mejaring aspirasi dan kritik untuk partai nomor 5 ini.

Silaturahmi ini dipimpin langsung Ketua DPW NASDEM Jatim, Sri Sayekti Soedjunadi, yang akrab dipanggil Bunda Jeanette. Sejumlah pihak yang diajak dialog antara lain, para insan pers dan para tokokh masyarakat di Tulungagung. Selain itu, seluruh Calon Legislatif (Caleg) dari Kabupaten Tulungagung juga dikumpulkan.

“Kami berharap ada masukan dan kritik dan rekan-rekan wartawan. Apa yang kawan-kawan rasakan tentang NasDem di Tulungagung, silakan sampaikan,” ujar Albert Pieter Lasut, Wakil Ketua DPW NASDEM Jatim Bidang Media dan Komunikasi Publik, saat mendampingi Bunda Jeanette.

Jeanette mengatakan, silaturahmi ini untuk mengomunikasikan untuk apa ada NasDem. Utamanya menyampaikan konsep Restorasi Indonesia yang diusung partai ini. Silaturahmi ini bukan sekedar kegiatan yang umum dilakukan partai politik, saat menjelang Pemilu.

“Kami punya 36 wakil di Senayan, 1600 lebih anggota DPRD di 514 Kabupaten/Kota dan 33 Provinsi. Kami punya komitmen, bukan sekedar jargon,” tegasnya.

Sebagai wujud Restorasi Indonesia, NASDEM telah memulai politik tanpa mahar. Semua Caleg dari NasDem bebas uang setoran ke partai. Menurut Bunda Janet yang juga menjabat Ketua DPP NasDem Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi, Restorasi Indonesia harus dilakukan dari hulu.

“Kita berkomitmen untuk memerangi politik biaya tinggi. Menjadi anggota DPR/DPRD tidak diperoleh dengan transaksi tertentu,” sambung Jeanette.

Diakui Jeanette, banyak kader NASDEM yang belum menerapkan roh Restorasi Indonesia. Mereka masih terbawa arus, perilaku legislatif secara umum. Namun pihaknya yakin, seiring berjalannya waktu para kader akan semakin membumikan restorasi Indonesia.

Lanjutnya, NASDEM ingin menawarkan perubahan yang dimulai dengan kader-kadernya. Perubahan perilaku inilah yang dijadikan daya tarik baru bagi para pemilih.

“Hukum pasar harus diciptakan dengan menawarkan sesuatu yang baru. Apalagi NASDEM lahir di tengah budaya yg akan diperangi,” papar Janet.

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved