Malang Raya

Pesta Miras di Malam Minggu, Belasan ABG di Singosari Malang Diciduk Polisi

14 pemuda tersebut malah kedapatan asyik meneguk minuman keras (miras) ramai-ramai di Lapangan Perumdam, Singosari, Kabupaten Malang

Pesta Miras di Malam Minggu, Belasan ABG di Singosari Malang Diciduk Polisi
IST
14 pemuda digiring ke Polsek Singosari setelah kedapatan pesta minuman keras (miras) ramai-ramai di Lapangan Perumdam, Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu tengah malam (18/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Kelakuan para ABG yang di antaranya masih duduk di bangku sekolah ini tak patut untuk dicontoh. Bukannya berdiam belajar di rumah atau kegiatan positif lainnya, 14 pemuda tersebut malah kedapatan asyik meneguk minuman keras (miras) ramai-ramai di Lapangan Perumdam, Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu tengah malam (17/11/2018).

Sebanyak 14 ABG ini merupakan warga dari berbagai daerah di Singosari, latar belakangnya macam-macam ada yang swasta, pelajar SMP dan SMA.  Mirisnya, salah satu dari mereka ada yang masih duduk di bangku SD alias sekolah dasar.

"Ini merupakan kegiatan rutin unit Sabhara Polsek Singosari, kami menyisir wilayah-wilayah yang kerap ditengarai digunakan sebagai tempat malam mingguan, seperti lapangan yang disalahgunakan untuk minum minuman keras. Jenis minuman yang mereka minum kala itu sejenis arak dicampur dengan minuman soda," ujar Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, ketika dikonfirmasi, Minggu (18/11/2018).

Setelah itu, 14 pemuda tersebut digiring ke Polsek Singosari. Orang tua yang bersangkutan pun dipanggil untuk memberikan pembinaan pula kepada anaknya yang terjaring razia. Para pemuda yang dirazia tersebut dikenakan tindak pindana ringan (tipiring) dan selanjutnya dilakukan pembinaan.

"Kita giring ke Polsek, kemudian kami infokan memberitahukan kepada staf atau perangkat desanya bahwa ada warganya sekarang keberadaannya di Polsek Singosari karena bermasalah yakni mabuk," imbuh Supriyono.

Supriyono menyayangkan aksi mabuk tersebut yang selama ini ditemuinya di wilayah Singosari, kerap meresahkan warga. Para pemabuk yang kebanyakan masih usia remaja itu tak sadar tiba-tiba memasuki halaman rumah warga.

"Sering merak yang mabuk disangka maling, karena gak sadar tiba-tiba masuk ke halaman rumah warga," papar Supriyo.

Ia pun menuturkan, kejadian serupa agar tidak terulang kembali. Supriyo pun mengimbau, agar setiap orangtua dapat mengawasi pergaulan anaknya. Juga tidak membiarkan anak bebas keluyuran.

"Kedepan harapannya agar jangan terulang kembali kejadian seperti itu. Peran serta orang tua itu penting. Kepada orangtua, agar harus mengawasi anaknya, jangan dibiarkan keluyuran hingga larut malam," imbaunya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved