Malang Raya

Dinsos Kota Malang Gelar Pelatihan Make Up

“Mereka biasa make up pawai, wisuda atau pengantin. Jadi mereka sudah punya pengalaman,” kata Pipih.

Dinsos Kota Malang Gelar Pelatihan Make Up
benni indo
Dinsos Kota Malang menyelenggarakan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang digelar di aula Dinsos Kota Malang mulai Sabtu (17/11/2018) hingga Jumat (23/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Itu dilakukan sebagai upaya untuk mengentas kemiskinan di Kota Malang.

Salah satu upaya pemberdayaan itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan keterampilan kepada warga prasejahtera. Dinsos Kota Malang menyelenggarakan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang digelar di aula Dinsos Kota Malang mulai Sabtu (17/11/2018) hingga Jumat (23/11/2018).

Pelatihan itu melibatkan 20 orang peserta yang berasal dari masing-masing kecamatan di Kota Malang. Peserta yang ikut pun adalah peserta yang sudah disaring oleh dinas. Sebagian besar peserta sudah memiliki dasar terkait tata rias.

“Mereka biasa make up pawai, wisuda atau pengantin. Jadi mereka sudah punya pengalaman,” kata Sekretaris Dinsos Kota Malang Pipih Tri Astuti, Kamis (22/11/2018).

Dijelaskan Pipih, pelatihan tata rias ini dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kota Malang tahun 2018. Untuk tahun depan, pihaknya akan mengkonsep kembali jenis pelatihan yang akan ditentukan. Pasalnya, berkaitan dengan ketersediaan anggaran.

Dijelaskan lebih jauh, peserta pelatihan sebelumnya harus melewati proses seleksi yang diikuti warga dari 57 kelurahan di Kota Malang. Nama-nama warga prasejahtera yang diseleksi juga berdasarkan basis data terpadu (BDT).

Dinsos Kota Malang menggandeng pihak SMK Negeri 3 Malang. Para tutor dari SMK 3 Malang membantu peserta belajar beberapa materi rias wajah. Mulai dari make-up harian, make-up graduation, make-up modern wedding, hijab wedding, hingga make-up creative painting atau make-up fantasi.

Pipih menyatakan, agenda pelatihan ini sudah dua kali digelar dinsos. Sebelumnya, pelatihan serupa digelar di tahun 2017. Tapi fokusnya pada potong rambut.

Rhehana Fitri (29) warga Jodipan, Blimbing, Kota Malang yang mengikuti pelatihan mengaku senang. Ia merasa beruntung mendapatkan penglaman menimba ilmu merias wajah.

Selama ini, ia sering merias wajah untuk kegiatan karnaval, wisuda hingga pernikahan. Menurutnya, pelatihan itu penting, selain meningkatkan skil, juga melebarkan jaringan antar pelaku.

“Ya senang sekali, apalagi tutornya dari SMK 3 Malang. Saya dulu sekolah di sana, jadi terasa reuni berama guru-guru yang dulu,” terangnya.

Fitri berharap, pelatihan seperti itu bisa tetap dipertahankan. Bahkan ditingkatkan karena menurutnya manfaatnya sangat besar. Apalagi melihat potensi di Kota Malang yang sering mengadakan karnaval ataupun pagelaran kebudayaan. Dengan begitu, keahlia tata rias sangat dibutuhkan. 

Tags
Malang
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved