Fruit Carving Mulai Jadi Tren Food Perfomance

Seni ukir buah ini sebenarnya berasal dari Thailand, dan mulai berkembang di Surabaya sekira 3-4 tahun ini. Saat ini, fruit carving jadi tren baru..

Fruit Carving Mulai Jadi Tren Food Perfomance
sudarma adi
Seni ukir buah ini tak hanya sekadar menghias buah saja, tapi juga menampilkan makanan yang menarik, sehingga orang tertarik untuk menyantapnya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Beberapa orang tampak serius menghadap semangka utuh di depan meja. Memakai pisau khusus, mereka mengukir permukaan semangka itu dengan hati-hati.  Berlangsung hampir setengah jam, semangka itu berubah wujud laiknya bunga mawar yang mekar.

Puluhan peserta dari beberapa sekolah berbeda, mengikuti pelatihan fruit carving untuk umum. Pelatihan yang digelar Indonesia Food Carving (IFC) dan Gunawangsa Hotel Indonesia diikuti sekira 100 orang, yang tertarik dengan seni ukir buah ini.

Seperti penuturan seorang peserta, Eka Nita (19), warga Trenggalek yang datang ke atrium The Central Gunawangsa Tidar untuk mengasah lagi kemampuan seni ukir buah ini. “Saya pernah dapat pelajaran ini ketika SMK, namun sudah lupa. Setelah saya kerja di Hotel Atria Malang, saya baru butuh ilmu ini,” ujarnya, Selasa (27/11/2018).

Perempuan berjilbab ini berusaha belajar lagi secara otodidak. Namun dia belum puas karena ada beberapa teknik yang tak sempurna. Makanya, dia memilih belajar langsung pada chef yang paham seni ukir buah ini.

Tak hanya mereview ulang ilmu yang pernah dikuasai, dia juga ingin menyempurnakan teknik ini sehingga bisa menghias makanan dan buah. “Dengan begitu, seni ini membuat tampilan makanan jadi cantik dan menarik dilihat,” jelasnya.

Executive Chef Gunawangsa Hotel Indonesia, Susilo Fasal Anam menjelaskan, seni ukir buah ini tak hanya sekadar menghias buah saja, tapi juga menampilkan makanan yang menarik, sehingga orang tertarik untuk menyantapnya. “Penampilan pada makanan juga penting, sepenting citarasa pada makanan,” katanya.

Seni ukir buah ini sebenarnya berasal dari Thailand, dan mulai berkembang di Surabaya sekira 3-4 tahun ini. Saat ini, fruit carving jadi tren baru dan mulai digemari sosialita, sekolah hingga hotel. Untuk itu, dia perlu memberi pelatihan bagaimana cara carving secara benar. “Banyak manfaatnya, mulai dari plating makanan, untuk buffet, wedding hingga even ultah,” ujarnya.

Untuk membuat fruit carving, maka modal utama adalah pisau carving dan tool khusus. Menjadi pengukir buah pemula, butuh sedikitnya 2-3 kali latihan. Sedangkan yang profesional, selain belasan kali berlatih, juga harus menguasai karakter untuk carving. Karakter mawar adalah dasarnya, dan berkembang dengan menguasai karakter naga, elang dan merak.

“Buah yang bisa diukir adalah semangka, melon, pepaya, timun mas, dan wortel,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved