Kabar Surabaya

SKK Migas Optimis Produksi Migas Jatim Meningkat Dengan Rencana Petronas Tambah Sumur Tahun 2019

Diharap semua urusan perizinan maupun urusan lain juga bisa diselesaikan tepat waktu sehingga Migas Jawa Timur bisa bertambah lagi produksinya.

SKK Migas Optimis Produksi Migas Jatim Meningkat Dengan Rencana Petronas Tambah Sumur Tahun 2019
Ist
Ali Masyhar, Kepala SKK Migas Jabanusa, disela kegiatan silahturahmi dengan pemangku kepentingan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Four Point Surabaya (28/11/2018) malam yang digelar Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Petronas Carigali Ketapang II Ltd. 

SKK Migas Optimis Produksi Migas Jatim Meningkat Dengan Rencana Petronas Tambah Sumur di Tahun 2019

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Jawa Bali Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) mentargetkan produksi migas wilayah Jatim akan mengalami peningkatan di tahun 2019. Hal ini tak lepas dari rencana Petronas yang akan membuka sumur baru.

"Insya Allah 2019 di Petronas ini akan tambah sumur sehingga bisa tambah produksi. Kami berharap semua urusan perizinan maupun urusan yang lainnya juga bisa diselesaikan tepat waktu sehingga Migas Jawa Timur bisa bertambah lagi produksinya," kata Ali Masyhar, Kepala SKK Migas Jabanusa, disela kegiatan silahturahmi dengan pemangku kepentingan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Four Point Surabaya (28/11/2018) malam yang digelar Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Petronas Carigali Ketapang II Ltd.

Dalam acara yang dihadiri, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Pemprov Jatim, Setiajit, perwakilan Bupati Sampang dan perwakilan Bupati Gresik, jajaran Polri Jatim dan TNI serta manajemen Petronas Carigali Ketapang II Ltd, itu juga menghadirkan Sulistya Hastuti Wahyu, Vice President Operasi SKK Migas dan Bayu Wahyudiono. Selain itu, juga hadir Kepala Subdirektorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi sebagai pembicara.

Kepala Subdirektorat Pengembangan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Non Konvensional Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Bayu Wahyudiono mengaku, jika Jatim di tahun 2018 ini menurut catatan Kementerian ESDM mengalami penurunan produksi tetapi di tahun 2019 Jatim akan surplus gas karena beberapa pengembangan sumur akan menghasilkan. 

"Jatim juga menjadi satu-satunya daerah yang beruntung sebab selain kaya dengan potensi gas bumi. Sebab sudah memiliki jaringan pipa gas sehingga 100 persen hasil gas bumi yang diproduksi KKKS, semuanya digunakan oleh industri pupuk, listrik serta industri komersial dan rumah tangga di Jatim. Berbeda dengan daerah lain yang gasnya dijual keluar karena belum ada infrastruktur jaringan gasnya," jelas Bayu.

Lebih lanjut, Bayu memaparkan, saat ini gas yang terkandung di perut bumi Jatim ini sekitar 4,66 Trillions of Standard Cubic Feet of gas (TSCF) sedangkan gas yang sudah di ekploitasi sekitar 628,66 MMCFD. Jika dikalkulasi dari hitungan maka Jatim masih punya cadangan gas hingga 20 tahun lagi.

"Namun tentunya secara riil di lapangan tak semua cadangan itu bisa dieksploitasi. Intinya Jatim masih kaya akan gas," tambah Bayu.

Berbeda dengan Bayu, Sulistya Hastuti Wahyu, VP Operasi SKK Migas lebih banyak mengupas tentang cadangan minyak bumi yang ada di lapangan pengeboran saat ini hanya akan bertahan hingga 9 tahun saja.

Namun temuan teknologi seismik yang lebih canggih menyebutkan saat ini di Indonesia ada 130 cekungan minyak. Dimana 74 cekungan atau lapangan masih belum tersentuh atau belum dieksplorasi.

"Jika mengandalkan sumur yang lama memang kita sudah berdarah-darah. Jika tahun 60 an saat dieksploitasi 90 persennya adalah minyak bumi. Tapi sekarang 90 persen disedot yang keluar malah air. Untuk itu perlu lapangan dan eksplorasi baru dan disini dibutuhkan perizinan yang cepat sehingga saat minyak yang ada mulai menunjukkan penurunan, Indonesia masih punya cekungan lain yang siap berproduksi," ungkap Sulistya.

Migas menjadi komoditas yang banyak digunakan untuk transportasi dan industri strategis di Indonesia. Bahkan gas yang berlimpah di Jatim kini telah membantu industri listrik dan pupuk. Keberadaan Migas menjadi ujung tombak industri di Jatim.

Sementara itu untuk sumur Petronas Carigali (PC) Ketapang II Ltd ini termasuk 3 besar penghasil minyak bumi di Jatim dengan produksi minyak mentah 14.000 Barrel of Day (BoD) dan gas sekitar 30 juta kaki kubik (MMCFD). Besarnya produksi Migas ini juga berbanding lurus dari dana untuk pembinaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang hingga kini mencapai Rp 4,8 miliar yang dialirkan ke warga di Sampang dan Gresik.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved