Kota Batu

Para Pemburu Kabut di Taman Langit, Kota Batu

Danis Aprilio pengunjung asal Tulungagung itu contohnya, yang sengaja datang ke wisata Gunung Banyak untuk berburu kabut.

Para Pemburu Kabut di Taman Langit, Kota Batu
sany eka putri
Wahana Taman Langit di area Wisata Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu saat diselimuti kabut, Minggu (2/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sejak pukul 12.00 siang di Wana Wisata Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, sudah dipadati pengunjung, Minggu (2/12/2018).

Beberapa di antara mereka sudah memiliki niat untuk datang ke tempat itu karena sengaja "berburu kabut".

Danis Aprilio pengunjung asal Tulungagung itu contohnya, yang sengaja datang ke wisata Gunung Banyak untuk berburu kabut.

Ia datang ke sini bersama kawan kuliahnya. "Dari kemarin sudah berburu kabut, tapi di daerah bawah di Alun-alun Batu. Nah sekarang coba di tempat tinggi, dan nggak kalah kerennya ternyata. Nggak salah datang ke sini," kata dia.

Di wisata Gunung Banyak ini ada berbagai lokasi yang bisa jadi pilihan. Seperti Taman Langit, Omah Kayu, dan area take off Paralayang.

Di Taman Langit contohnya, ada banyak objek yang bisa dijadikan tempat untuk swafoto. Menariknya tempat ini buka sampai malam sekitar pukul 7.

Tak perlu khawatir gelap, karena sudah ada lampu warna warni yang disediakan untuk menghias seluruh area Taman Langit. Bahkan ada kafe yang cukup menarik perhatian pengunjung, yaitu kafe Cangkruk Manuk.

Kafe yang sudah ada sejak Agustus lalu ini berada di tengah hutan. Sehingga cocok bagi yang ingin melepas penat dengan melihat pemandangan hutan pinus dan perkotaan Kota Batu.

Makanan yang disuguhkan juga terbilang cukup unik, ada menu makanan Tekukur, Kacer, Manuk Mesem, Susu Kenari, Gethuk Manuk, dan lainnya. Lalu minumannya ada Kopi Koplak, Kopja, Jalak dan masih banyak lagi.

Bambang Harianto, koordinator pengelola Taman Langit, mengatakan kafe ini untuk melengkapi fasilitas bagi pengunjung karena area yang cukup luas, tidak menutup kemungkinan pengunjung merasa lapar.

"Namanya kami samakan dengan tema di hutan. Dan menu yang kami suguhkan di sini juga menu Jawa. Misalnya Tekukur, menu ini menjadi andalan di kafe ini, karena bahannya yang dijadikan satu," kata Bambang.

Wahana Taman Langit di area Wisata Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu saat diselimuti kabut, Minggu (2/12/2018).
Wahana Taman Langit di area Wisata Gunung Banyak, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu saat diselimuti kabut, Minggu (2/12/2018). (sany eka putri)

Bahan menu makanan Tekukur ini ialah tape, pisang, dan nangka. Lalu ditaburi meses coklat. Sedangkan minumannya yang jadi andalan ialah Kopi Koplak. Bambang sedikit menceritakan tentang Kopi Koplak ini. Sedikit berbeda dengan kopi lainnya, karena melalui proses fermentasi.

Fermentasi itu dilakukan begitu buah kopi dipetik. "Saat diseduh rasa fermentasinya sangat terasa, bisa pakai kopi arabika, bisa pakai kopi robusta," imbuhnya.

Sekadar informasi untuk masuk ke wisata Gunung Banyak per orang cukup merogoh kocek Rp 10 ribu. Per wahana seperti Taman Langit dan Omah Kayu juga sama Rp 10 ribu. Untuk menyambut tahun baru di Taman Langit dan Omah Kayu menyiapkan cottage yang bisa disewa.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved