Universitas Negeri Malang

Tiga Dosen UM Bikin Idbookstore, Sarana Menerbitkan dan Menjual Buku

Tiga dosen Universitas Negeri Malang (UM) membuat interactive digital book and store (idbookstore). Tujuannya, tak hanya menjual buku tapi juga..

Tiga Dosen UM Bikin Idbookstore, Sarana Menerbitkan dan Menjual Buku
idbookstore.um.ac.id
Tiga dosen Universitas Negeri Malang (UM) membuat inovasi interactive digital book and store (idbookstore). Tujuannya, tak hanya menjual buku tapi juga menerbitkan buku. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tiga dosen Universitas Negeri Malang (UM) membuat inovasi interactive digital book and store (idbookstore). Tujuannya, tak hanya menjual buku tapi juga menerbitkan buku.

"Kami menggabungkannya," jelas Dr Eng M Ashar ST MT, dosen UM yang mengerjakan proyek itu bersama Suyono dan Agusta, Minggu (2/12/2018).

Menurut dosen Fakultas Teknik ini, di Indonesia memang sudah ada beberapa penjualan buku digital. Namun pihaknya juga ingin mempermudah penulis buku menerbitkan bukunya sendiri lewat platform ini.

"Namun tetap saja harus lewat penyuntingan dulu agar enak dibaca. Sebab kendala di penerbitan biasanya pada tulisannya," ujar alumnus sebuah perguruan tinggi di Jepang ini. Namun setidaknya bisa mempersingkat waktu untuk menerbitkan buku.

Jadi, lanjutnya, nanti jika ada mahasiswa mencari buku dosennya bisa ditemukan dengan gampang. Untuk edisi cetaknya, pihaknya berencana dengan UM Press. Ia mengklaim jika inovasi ini pertama ada di Indonesia karena ada penggabungan itu.

Fasilitas di aplikasi ini ada tempate, cover book (sampul buku) dll. Sedang untuk editorny menggunakan dosen UM yang bisa menyunting. Setelah proses penyuntingan usai, maka akan dilempar di market place di idbookstore. "Di era revolusi industri 4.0, ini sebuah inovasi di e learning," paparnya.

Sejauh ini konsumennya sudah 10 yang dikelolanya. Diharapkan nanti berkembangan terus termasuk membuat animasinya juga fasilitas lainnya. Sedang untuk penghasilan penulis misalkan jika ada yang beli, maka akan ada notifikasi ke penulis. Sehingga tidak perlu menunggu lama sesuai perjanjian. Misalkan per minggu atau per bulan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved