Malang Raya

Warga Terdampak Proyek Tol Madyopuro Kota Malang Gelar Syukuran Usai 3 Hakim PN Diberi Sanksi KY

Warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang lahannya terdampak proyek jalan tol menggelar syukuran, Minggu (2/12/2018)

Warga Terdampak Proyek Tol Madyopuro Kota Malang Gelar Syukuran Usai 3 Hakim PN Diberi Sanksi KY
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Warga Kelurahan Madyopuro Kota Malang yang terdampak tol melakukan syukuran, Minggu (2/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG –  Warga Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang lahannya terdampak proyek jalan tol menggelar syukuran, Minggu (2/12/2018).

Syukuran itu dilakukan sebagai bentuk syukur karena Komisi Yudisial (KY) telah mengeluarkan petikan putusan yang isinya memberi sanksi ringan kepada para majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang.

Ada tiga orang yang diberi sanksi yakni Rightmen Ms Situmorang, Enierlia Arientowaty dan Dina Pelita Asmara.

Ketiga majelis hakim itu yang memeriksa, mengadili serta memutus perkara No 86/Pdt.G/2016/PN.Mlg pada 10 Agustus 2016 dan Nomor 92/Pdt.G/2016/PN.Mlg yang juga pada 10 Agustus 2016.

“Kita juga bersyukur, kita telah mendapatkan surat tembusan dari putusan KY yang menyatakan para hakim yang telah melaksanakan proses peradilan di PN Malang, telah melakukan pelanggaran, sehingga KY memberi sanski kepada hakim."

"Sehingga, perjuangan warga memang benar adanya,” ujar El Khamdy, perwakilan dari Forum Komunikasi Warga Terdampak (FKWT).

Baca: Selebgram Angela Lee Bebas dari Penjara, Ini Permintaan Maaf & Pengakuan Barunya yang Singgung Mama

Baca: Inilah Surat Putri Nia Ramadhani Mikhayla untuk Sang Ayah, 3 Kalimat & Ditulis Pakai Bahasa Inggris

Baca: Berita Terbaru CPNS Jawa Timur (Jatim) 2018, Informasi Pengumuman Peserta SKB di Surabaya

Diterangkan Khamdy, para majelis hakim saat itu memproses aduan warga yang merasa mendapat ketidak adilan.

Pasalnya, uang ganti rugi yang sudah ditetapkan oleh panitia pengadaan lahan berubah. Harganya pun tidak sesuai penetapan awal.

“Kita hanya memperjuangankan hak hidup dan mendapatkan keadilan. Di mana kita yang memiliki lahan, tetapi sampai sekarang belum mendapat ganti rugi yang layak dan adil,” ulasnya.

Warga sendiri tidak mempersoalkan kalau lahannya digunakan untuk kepentingan pembangunan tol.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved