Malang Raya

Bakesbangpol Kota Malang Intensif Dorong Pemuda Salurkan Hak Suara Di Pemilu

Tak bisa dipungkiri, para pemuda hingga saat ini masih banyak yang apatis untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu.

Bakesbangpol Kota Malang Intensif Dorong Pemuda Salurkan Hak Suara Di Pemilu
suryamalang.com/Benni Indo
Bakesbangpol Kota Malang menggelar sosialisasi soal pentingnya pemilih muda menyalurkan hak suara. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sekitar 350 pelajar di Kota Malang mendapat sosialisasi khusus bertajuk Fasilitas Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda yang diselenggarakan Badan Kesatuan dan Politik Pemerintah (Bakesbangpol) Kota Malang. Hal itu dilakukan agar pemuda di Kota Malang menggunakan hak pilihnya dengan bijak dalam Pemilu 2019 mendatang. 

Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Supriyadi menyampaikan, para pemuda harus diberi penegetahuan akan pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan umum. Ia juga menegaskan kalau tujuan utamanya adalah untuk mengajak para generasi muda, terutama pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya. Tak bisa dipungkiri, para pemuda masih banyak yang apatis untuk menggunakan hak pilihnya.

"Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap kesadaran pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya semakin terbuka. Dan mereka tidak lagi ogah-ogahan datang ke TPS," katanya, Senin (3/12/2018).

Tahun depan, ditargetkan angka partisipasi pemilih pemula di Kota Malang bisa mencapai lebih dari 70 persen. Dia pun optimis angka tersebut dapat tercapai mengingat minat antusias pemilih pemula terkait sosialisasi yang gencar dilakukan oleh Bakesbangpol Kota Malang.

"Kami tidak mengarahkan siswa dan pemilih pemula untuk memilih satu nama. Tapi kami mengajak mereka untuk menggunakan hak pilihnya. Karena itu sangat berharga," jelasnya.

Katrina Fylya, siswi kelas XII SMAN 2 Kota Malang mengatakan, jika sosialisasi tersebut sangat berguna sebagai informasi awal bagi dirinya. Karena sebagai pemilih pemula, ia belum mengetahui dengan detail tata cara memilih dan figur yang akan dipilih. Dia pun merasa lebih terbuka dan sadar bahwa suaranya sangat penting untuk disalurkan.

"Biasanya kan pasti mager kalau mau ke TPS. Tapi tadi dijelaskan pentingnya menggunakan hak pilih, maka saya semangat untuk mencoblos di 2019 mendatang," katanya.

Sedangkan dari Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu menyampaikan berbagai materi terkait proses pemilu. Mulai dari daftar pemilih hingga pengawasan yang dilakukan selama proses penyelenggaraan pemilu. Para peserta sosialisasi juga dikenalkan dengan jumlah parpol dalam Pileg 2019, termasuk nama calon Presiden dan Wakil Presiden. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved