Pengaturan Skor Liga Indonesia
Exco PSSI Hidayat Dihukum Komdis PSSI Karena Match Fixing, Dilarang Masuk Stadion
Mantan Exco PSSI, Hidayat dihukum Komdis PSSI sehari setelah ia resmi menyatakan pengunduran diri dari jabatannya di PSSI.
SURYAMALANG.COM - Isu match Fixing atau pengaturan skor pertandingan di liga Indonesia mulai makan korban dengan dijatuhkannya hukuman bagi anggota Exco PSSI yang telah mengundurkan diri, Hidayat.
Mantan Exco PSSI, Hidayat dihukum Komdis PSSI sehari setelah ia resmi menyatakan pengunduran diri dari jabatannya di PSSI.
Hukuman bagi mantan Exco PSSI , Hidayat itu berkaitan dengan dukungan match fixing atau pengaturan skor pada laga Madura FC Vs PSS Sleman.
Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada Hidayat yang sebelumnya sudah memutuskan keluar sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Baca: Muncul Bonus Besar Bagi Pemain Untuk Laga Arema FC Vs Sriwijaya FC di Saat Ada Isu Match Fixing
Baca: Skandal Pengaturan Skor Liga Indonesia Buktinya Dikantongi Pelatih PSM, Wartawan Diminta Investigasi
Baca: Potret Rumah Arumi Bachsin & Emil Dardak di Trenggalek yang Jarang Tersorot, Jauh dari Kesan Mewah
Hidayat terkena sanksi denda Rp 150 juta dan larangan memasuki stadion di Indonesia selama dua tahun.
Sebelum menjatuhkan hukuman, Hidayat memang sudah diperiksa oleh Komdis PSSI pada Minggu (2/12/2018).
Pemeriksaan itu dikarenakan faktor dugaan match-fixing antara Madura FC melawan PSS Sleman pada 2 Mei 2018 lalu.
"Benar (ada hukuman), dilarang berkecimpung di sepak bola selama tiga tahun, dilarang memasuki stadion sepak bola di Indonesia selama dua tahun, dan denda Rp 150 juta," kata Wakil Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, saat dikonfirmasi wartawan Senin (3/12/2018).
Hidayat dinilai bersalah telah terlibat pengaturan skor pada pertandingan tersebut.
Kasus Hidayat ini pertama kali diungkapkan oleh Manajer Madura FC, Yanuar, beberapa waktu yang lalu.
Yanuar mengatakan, Hidayat menawarkan sejumlah uang Rp 100-150 juta.
Sebelum mundur dari Exco PSSI, Hidayat juga mengakui memang berkomunikasi dengan Januar.
Namun, ia tidak membenarkan adanya tuduhan pengaturan skor dan akan mundur jika dinyatakan bersalah oleh Komdis PSSI.
Menurut Hidayat, dirinya tak pernah bermaksud melakukan pengaturan skor.
"Aturannya begitu dalam Komisi Disiplin tentang percobaan menyuap," ujar Umar.