Kabar Tulungagung

1.169 Lolos SKD, 26 Formasi CPNS Tulungagung Masih Kosong

Para peserta yang dinyatakan lolos SKD, wajib mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Materi SKB sesuai bidangnya masing-masing.

1.169 Lolos SKD, 26 Formasi CPNS Tulungagung Masih Kosong
TribunJateng.com
Tes SKD CPNS 2018 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Sebanyak 1.169 peserta tes CPNS asal Kabupaten Tulungagung dinyatakan lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).  Mereka dinyatakan telah memenuhi passing grade, serta ranking yang ditetapkan lewat Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tulungagung, Arief Budiono mengatakan, peserta yang lolos passing grade sebenarnya 257 orang.

Karena satu formasi ada yang lolos melebihi kuota, sehingga ada paserta yang digugurkan. Sehingga peserta yang lolos passing grade setelah ada pengguguran sebanyak 248 orang.

“Karena yang lolos passing grade kurang dari kuota, maka Kemenpan RB mengeluarkan PP nomor 61 tahun 2018, tentang perankingan peserta tes. Dari yang lolos passing grade dan susunan ranking, yang ada 1.169 yang dinyatakan lolos SKD,” ujar Arief.

Selanjutnya, para peserta yang dinyatakan lolos SKD, wajib mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Materi SKB sesuai bidangnya masing-masing.

“Misalnya spesialis dokter kandungan, meteri ujiannya seputar kehamilan,” tambah Arief .

Nama-nama peserta yang lolos juga sudah diumumkan melalui website. Rencananya SKB akan dilakukan pada 10 Desember 2018.

Untuk sementara, lokasi tes di Simpang Lima Gumul (SLG), seperti saat tes SKD. Namun tempat ini belum final, dan ada pembahasan lanjutan.

“Nama-nama yang lolos sudah kami umumkan, agar mereka bisa mempersiapkan diri, termasuk kelengkapan administrasi yang diperlukan,” tegasnya.

Namun masih ada 26 formasi CPNS di Kabupaten Tulungagung yang kosong. Kekosongan ini karena tidak ada yang mendaftar dan tidak ada yang masuk passing grade. Kekosongan formasi ini paling banyak ada di dokter spesialis dan di difabel.

"Formasi yang kosong sudah kami laporkan ke Panselnas dan ke pimpinan. Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” pungkas Arief.

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved