Malang Raya

Bandara Malang Selidiki Kemungkinan Orang Dalam Terlibat Peredaran 50.000 Obat Terlarang

Petugas Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang menyita 50 ribu pil dobel L yang dikemas dalam sebuah kardus.

Bandara Malang Selidiki Kemungkinan Orang Dalam Terlibat Peredaran 50.000 Obat Terlarang
mochammad rifky edgar hidayatullah
Petugas Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Malang mengamankan 50 ribu butir obat-obatan terlarang. 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Petugas Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang menyita 50 ribu pil dobel L yang dikemas dalam sebuah kardus.

Pil tersebut ditemukan di dalam cargo pesawat Citilink nomor penerbangan QG160 jurusan Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Bandara Abdul Rachman Saleh Malang.

Kolonel Reza Sastranegara, Kepala Divisi Operasi (Kadisop) Lanud Abdulrachman Saleh Malang mengatakan, penemuan tersebut ditemukan oleh petugas bandara saat akan menurunkan barang di cargo pesawat.

Setelah ditemukan, petugas langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kesatuan intelejen bandara untuk dilakukan penyelidikan.

"Obat-obatan ini ditemukan sekitar pukul 09:00 WIB. Setelah dikonfirmasi, obat berbentuk pil itu ternyata pil koplo atau yang biasa disebut dobel L," ucap Reza saat jumpa pers Kamis (6/12/2018).

Pil dobel L tersebut berada di dalam sebuah kantung plastik yang tiap plastiknya berisi 1000 biji.

Jika dihitung, ada 50 plastik yang berada di kardus tersebut dengan total perhitungan 50 ribu pil dobel L.

"Ini merupakan obat-obatan yang tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Untuk kita akan sita obat-obatan tersebut," ucapnya.

Kolonel Reza Sastranegara, Kepala Divisi Operasi (Kadisop) Lanud Abdulrachman Saleh Malang (dua dari kanan) dan Letkol Taufik Setiaji (dua dari kiri) saat menunjukkan bukti penemuan pil dobel L di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang , Kamis (6/12/2018).
Kolonel Reza Sastranegara, Kepala Divisi Operasi (Kadisop) Lanud Abdulrachman Saleh Malang (dua dari kanan) dan Letkol Taufik Setiaji (dua dari kiri) saat menunjukkan bukti penemuan pil dobel L di Lanud Abdul Rachman Saleh Malang , Kamis (6/12/2018). (mochammad rifky edgar hidayatullah)

Reza mengatakan, pihaknya akan melimpahkan kasus ini ke Polres Malang Kota guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ia juga mengundang pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyelidiki lebih dalam terkait kasus penemuan puluhan ribu pil dobel L tersebut.

"Sejauh ini, pemilik barang belum kita amankan. Sifatnya barang ini tidak diambil karena pengirimannya melalui jasa ekspedisi," ucapnya.

Penemuan puluhan ribu pil dobel L merupakan kasus pertama yang terjadi di Bandara Abdul Rachman Saleh Malang.

Untuk itu, Reza berharap kerja sama dari berbagai pihak agar kasus seperti ini tidak terulang kembali.

Ia berujar, akan mendalami kasus tersebut dan sudah melakukan komunikasi dengan pihak bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.

"Ini akan terus kita pantau, bagaimana proses kronologisnya sampai barang tersebut sampai datang ke sini. Jika memang ada orang dalam, kita akan terus dalami agar kejadian ini tidak terulang kembali," ucapnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved