Malang Raya

Berikut Besaran Uang Pengaturan Skor, Nilainya Mencapai Angka Rp 800 Juta Sekali Pertandingan

Jumlah uang yang diberikan bandar dari Singapura, Malaysia dan China cukup fantastis, sehingga wajar apabila banyak yang tergiur.

Berikut Besaran Uang Pengaturan Skor, Nilainya Mencapai Angka Rp 800 Juta Sekali Pertandingan
suryamalang.com/Dya Ayu
Bambang Suryo mantan runner pengatur skor Sepak Bola di Indonesia 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Match Fixing atau pengaturan skor bukanlah hal baru di sepakbola Indonesia.

Namun kini tengah hangat-hangatnya dibahas, setelah Bambang Suryo secara terang-terangan menyebut Vigit Waluyo sebagai mafia di acara Mata Najwa.

Tak hanya menyebut nama VW dan beberapa inisial mafia lainnya, Bambang juga membeberkan besaran nilai rupiah yang dilakukan dalam sekali pertandingan.

Jumlah yang diberikan bandar dari Singapura, Malaysia dan China cukup fantastis, sehingga wajar apabila banyak yang tergiur.

"Kalau jaman saya dulu sekitar 400 juta keatas, paling rendah 400 juta, ada 450,500, 600 bahkan 800 juta ada. Itu dulu kasta satu dalam satu pertandingan segitu," kata Bambang Suryo, Kamis (6/12/2018).

Nominal itu tentu berbeda dari kasta kedua atau Liga 2. Di Liga 2 kini dalam sekali pertandingan bandar memberikan uang sekitar Rp 200 juta.

Meski terbilang jumlah jauh dibawah Liga 1 namun di Liga 2 kasus match fixing justru lebih marak.

"Kalau kasta dua, satu pertandingan sekarang 200 juta minimal 150 juta rupiah, itu kemarin saya bicara dengan orangnya," beber Bambang.

Meski terbilang angka tersebut cukup fantastis, karena perputaran uang dalam sekali pertandingan cukup besar, Bambang mengaku sudah tobat nasuha dan tobat nasional sejak tahun 2015, sehingga ia tak ingin kembali terlibat dalam kubangan pengaturan skor.

"2015 saya sudah mengagungkan bahwa saya tidak bermain match fixing dan lain-lain. Saya ingin memerangi match fixing dan juga ingin membersihkan nama saya," tutur Bambang.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved