Kabar Sumenep

Jaksa Sumenep Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Pasar Pragaan

Kasus Pasar Pragaan Sumenep sejak tahun 2015 lalu, akhirnya berujung penetapan dua orang tersangka oleh Kejaksaan Negeri Sumenep, Pulau Madura.

Jaksa Sumenep Tahan Dua Tersangka Korupsi Proyek Pasar Pragaan
ist
Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Sumenep, Bambang Panca Wahyudi

SURYAMALANG.COM, SUMENEP  - Pengusutan kasus dugaan penyelewengan pelaksanaan proyek pembangunan Pasar Pragaan Sumenep sejak tahun 2015 lalu, akhirnya berujung penetapan dua orang tersangka oleh Kejaksaan Negeri Sumenep, Pulau Madura.

Keduanya pun langsung dijebloskan ke sel tahahan Rumah Tahanan ( Rutan ) kelas II B Sumenep, Rabu (5/12/2018).

Dua orang tersangka yang ditahan Kejari Sumenep yakni Babur Rahman yang merupakan kontraktor atau Pelaksana Pekerjaan Fisik dan Koko Andryanto, Konsultan Pengawas proyek Pasar Pragaan yang menelan anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK )Tahun 2014 sebesar Rp 2,4 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Sumenep, Bambang Panca Wahyudi melalui Kasi Intel, Rahadian Wisnu Whardana menjelaskan, kedua tersangka setelah proses pelimpahan tahan II dari Satreskrim Unit Pidana Korupsi Polres Sumenep berikut barang bukti ke Kejaksaan. Berkas penyidikan dari kepolisian dinilai sudah lengkap dan memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke proses pengadilan.

“Dari pelimpahan tahan II dari kepolisian, maka keduanya yang telah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, akan kami lanjutkan ke proses berikutnya di pengadilan. Dan untuk mempermudah proses peradilan lebih lanjut, keduanya ditahan di Rutan selama 20 hari ke depan,” papar Wisnu panggilan akrabnya.

Dikatakan, pekerjaan fisik pembangunan pasar Pragaan di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep tahun 2014 lalu merupakan program kegiatan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan nilai kontrak pekerjaan fisik Rp 2.456.456.000. Dalam praktiknya pekerjaan fisik tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, volume dan RAB yang tercantum dalam kontrak kerja proyek.

“Hasil pemeriksaan atau penyidikan kepada kedua tersangka memang didapat bukti-bukti yang mengarah bahwa pekerjaan proyeknya tidak sesuai RAB. Berbeda dengan pengakuian tersangka I dan II yang mengaku pekerjaannya sudah sesuai. Karena itu, akibat perbuatannya negara dirugikan sekitar Rp 670 juta,” bebernya.

Atas perbuatannya, maka sangat kuat dugaan tersangka melakukan tindakan penyalahgunaan atau korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 Jo. pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. pasal 55 ayat (1) ke-l KUHP, dengan ancaman penjara diatas 5 tahun.

Penulis: Moh Rivai
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved