Kabar Jember

Keterangan Imigrasi soal Tiga Warga Asing yang Dikepung Orang-orang Desa di Jember

WNA itu datang ke Blok Silo, Jember - satu kawasan yang disebutkan dalam SK Menteri ESDM Ignasisus Jonan sebagai lokasi pertambangan emas.

Keterangan Imigrasi soal Tiga Warga Asing yang Dikepung Orang-orang Desa di Jember
sri wahyunik
Perwakilan warga Desa Pace Kecamatan Silo, Jember saat menemui staf ESDM Jatim (deretan kiri pakai jaket). Pertemuan ini terkait kecurigaan warga Desa Pace pada tiga orang asing yang datang bersama staf ESDM Jatim ke desa mereka. Desa Pace termasuk kawasan yang disebutkan dalam SK Menteri ESDM Ignasisus Jonan sebagai lokasi pertambangan emas. 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Jember, Kartana, mengatakan warga negara asing (WNA) yang berkunjung ke Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember, Rabu (5/12/2018), tidak menyalahi peraturan Keimigrasian. Karenanya tidak ada penahanan untuk mereka.

Bahkan ketiga orang WNA itu sudah kembali ke Surabaya. "Mereka tidak menyalahi peraturan Keimigrasian. Memang semalam petugas kami lakukan pemeriksaan, dan ternyata tidak ada pelanggaran. Mereka sudah kembali ke Surabaya," kata Kartana yang dihubungi Surya melalui sambungan telepon, Kamis (6/12/2018).

Ketiga ditanya kewarganegaraan ketiga orang itu, Kartana mengaku tidak mengetahuinya. Dia beralasan sedang berada di Kediri sehingga tidak bisa melihat paspor WNA tersebut.

"Saya ada rapat di Kediri, jadi saya tidak bisa ngomong kewarganegaraan mereka. Takut salah kalau tidak melihat paspor mereka sendiri di depan saya. Silahkan bertanya ke petugas pengawasan saja," lanjut Kartana.

Surya yang mendatangi langsung Kantor Imigrasi Jember di Jl Panjaitan juga tidak mendapatkan jawaban. Petugas di kantor itu tidak berani memberikan jawaban darimana ketiga WNA itu. Petugas yang bisa memberikan keterangan sedang mengikuti kegiatan di luar kantor.

Dari informasi yang dihimpun SuryaMalang.com, ketiga WNA itu berkewarganegaraan Tiongkok.

"Ya mereka dari China (Tiongkok), tapi data lengkapnya saya tidak tahu," ujar seorang petugas di salah satu instansi di Jember yang memeriksa ketiga WNA tersebut.

WNA itu datang ke Blok Silo, Jember - satu kawasan yang disebutkan dalam SK Menteri ESDM Ignasisus Jonan sebagai lokasi pertambangan emas, Rabu (5/12/2018). Ketiganya datang bersama seorang penerjemah, dua orang staf Dinas ESDM Jawa Timur, dan beberapa orang sopir. Si penerjemah mengatakan kedatangan mereka untuk melihat lokasi dan melakukan survei kecil supaya nantinya tidak membeli 'kucing dalam karung'. Mereka menyebut diri sebagai investor. Hal ini dikatakan penerjemah itu di depan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo tak lama setelah diamankan di Mapolres Jember.

Setidaknya tujuh orang dalam rombongan itu dihadang dan diamankan warga Desa Pace Silo. Warga Desa Pace selalu memantau tamu dari luar daerah paska keluarnya SK Menteri ESDM tersebut.

"Sampai hari ini kami masih terus memantau tamu yang keluar masuk. Posko masih ada. Namun situasi sudah kondusif. Teman-teman di sini juga sedang konsolidasi mau berkunjung ke DPRD pekan depan," kata Syafi', warga Desa Pace Kecamatan Silo yang dihubungi Surya, Kamis (6/12/2018).

Warga secara bergantian melakukan pemantauan jalan masuk ke Desa Pace dan Mulyorejo karena tidak ingin kecolongan adanya kegiatan pertambangan di Silo.

Bahkan untuk menegaskan penolakan mereka terhadap izin penambangan emas di Silo, warga akan menggelar aksi di DPRD Jember, Selasa (11/12/2018) pekan depan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved