Malang Raya

PGRI Jatim Akan Terus Perjuangkan Guru Honorer

PGRI Jatim akan memperjuangkan guru honorer pasca PP 49/2018 tentang Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) keluar.

PGRI Jatim Akan Terus Perjuangkan Guru Honorer
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Ketua PGRI Jawa Timur, Ichwan Sumadi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - PGRI Jatim akan memperjuangkan guru honorer pasca PP 49/2018 tentang Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) keluar.

Sebab, PP itu tidak mengakomodir guru honorer yang sudah lama mengabdi dan tidak terekrut dalam tes CPNS 2018.

“Dalam PP itu disebutkan bahwa orang yang bisa ikut tes menjadi P3K dengan persyaratan usia 20 sampai 59 tahun,” kata Ichwan Sumadi,Ketua PGRI Jatim kepada SURYAMALANG.COM, , Kamis (6/12/2018).

Kalau ikut tes dan bersaing dengan guru baru, kemungkinan guru honorer akan sulit.

Makanya Ichwan usul agar pengabdian guru honorer juga dikonversi selain dari tes.

“Sebab guru profesional tidak hanya pintar, tapi juga bisa menginspirasi peserta didiknya,” tambahnya.

Biasanya guru yang lama mengabdi punya kapasitas untuk maju dan profesional.

“Tapi memang ada juga satu atau dua yang kendor,” ujarnya.

Dia mengapresiasi rencana guru honorer di Kota Malang bisa mendapat upah minimal mendekati UMK.

“Karena PAD-nya berbeda, tidak banyak daerah yang bisa seperti Kota Malang,” jelas Ichwan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwokomengaku sudah merencanakan upah guru honorer mendekati UMK dalam APBD 2019.

“Meskipun sudah disahkan di DPRD Kota Malang, itu masih dikonsultasikan ke gubernur,” ujar Edy.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved