Malang Raya

Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018 Digelar Di Kota Batu

Olahraga itu juga sebagai upaya meningkatkan kualitas profesional TNI yang terkandung di nilai-nilai olahraga.

Kejurnas Orienteering Panglima TNI IV 2018 Digelar Di Kota Batu
suryamalang.com/Benni Indo
Kepala Pusat Jasmani TNI, Brigjen Supriadi melepas Kejuaraan Nasional Orienteering Panglima TNI IV 2018 digelar di Pusdik Arhanud, Kota Batu, Sabtu (8/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kejuaraan Nasional Orienteering Panglima TNI IV 2018 digelar di Pusdik Arhanud, Kota Batu, Sabtu (8/12/2018). Orienteering merupakan olahraga navigasi darat.

Kejuaraan tingkat nasional itu diikuti oleh 218 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia. Pesertanya tidak hanya dari militer, namun jiga sipil.

Kepala Pusat Jasmani TNI, Brigjen Supriadi mengatakan, pada kejuaraan kali ini, kategori tidak lagi dipisahkan terkait status sipil dan militer. Melainkan dikelaskan dalam kategori usia. "Sesuai dengan acuan kejuaraan internasional, maka tidak lagi sipil dan militer. Kelasnya dibedakan menurut usia saat ini," ujar Sipriadi.

Ia menjelaskan, olahraga itu juga sebagai upaya meningkatkan kualitas profesional TNI yang terkandung di nilai-nilai olahraga. "Antara lain, tanggungjawab, sportifitas serta kerjasama. Maka perlu kerja keras untuk menuju prestasi dunia," tegasnya.

Katanya, KONI sebagai induk organisasi olahraga telah menyiapkan atlet nasional dari TNI. Hal itu guna mendukung Indonesia emas di even internasional. "Menyiapkan dan meilih atlet muda berprestasi yang diarahkan jadi atlet andalan," paparnya.

Selain itu juga untuk membangun karakter insan Indonesia yang memiliki kebugaran fisik serta membangun integritas soliditas. "Membangun prestasi olahraga tidak mudah. Proses tidak hanya bersandar pada bakat dan talenta. Tapi juga sistem pembinaan yang ada," terangnya.

Ketua Pelaksana Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo menjelaskan Batu dipilih karena untuk menyesuaikan kontur serta cuaca di luar negeri. Padalnya, peserta yang menjadi juara kali ini akan berlaga di kancah internasional yang akan diselenggarakan di Eropa. "Ini masalah kontur dan cuaca, maka kami mencari medan yang mirip. Dipilihlah Batu," ujarnya.

Arief yang juga Ketua Asosiasi Orienteering Militer Indonesia (AOMI) mengatakan kegiatan dihepat selama dua hari. Selain di lingkup Arhanud, lokasi lomba juga dilakukan di luar komplek militer. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved