Kabar Magetan

Magetan Waspadai Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang

Bupati Magetan, Suprawoto, memerintahkan BPBD mendirikan Pos Siaga Darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang

Magetan Waspadai Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang
doni prasetyo
Bupati Magetan, Suprawoto, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan Pos Siaga Darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Bupati Magetan, Suprawoto, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan Pos Siaga Darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan.

Surat perintah Bupati Magetan nomor 188/244/Kept./403.013/2018 tentang status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Kabupaten Magetan itu terbit 7 Desember 2018.

Surat perintah itu mempertimbangkan iklim pada akhir November 2018 hingga Januari 2019, wilayah Jawa Timur mulai memasuki musim hujan dengan potensi hujan ringan hingga lebat, disertai angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor.

Sesuai surat perintah Bupati Magetan, status siaga darurat bencana ditetapkan selama 90 hari, sejak 30 November hingga 27 Februari 2019. Pendirian Pos Siaga Bencana disejumlah titik lokasi wilayah rawan bencana itu merupakan langkah awal.

Pos siaga bencana itu selain dilengkapi peralatan monitoring bencana, berupa handy talkie, radio komunikasi, kendaraan pick-up, motor trail, gergaji mesin, pacul, tandu, dan perlengkapan kebencanaan lain.

Didirikannya Pos Siaga Bencana, salah satunya di Kecamatan Poncol ini karena Kecamatan Poncol merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Magetan yang dikenal paling rawan bencana longsor, banjir, dan angin kencang.

Menurut Plt Kalaksa BPBD Magetan, Ari Budi Santosa, didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog), Fery Yoga Saputra, kawasan rawan longsor berada di Kecamatan Poncol, Parang, dan Plaosan. Namun, yang paling rawan ada di Poncol. Karena itu pos bantuan bencana dipilih di tengah-tengah, yaitu di Poncol.

"Wilayah bencana alam, longsor ada dibeberapa wilayah. Namun, BPBD memilih mendirikan Pos Siaga di Lapangan Poncol, untuk tanggap bencana di daerah, Parang, Plaosan, dan Poncol,"kata Ari Budi Santoso kepada SuryaMalang.com, Minggu (9/12-2018).

Dikatakan Ari, dari 18 wilayah kecamatan di Magetan, 16 wilayah kecamatan diantaranya rawan bencana alam. Tingkat kerawanan bencana paling menonjol, untuk tanah longsor ada di Poncol, disusul Plaosan, Sidorejo, Panekan, Parang, Ngariboyo, dan Magetan Kota, yang intensitasnya sangat rendah.

"Untuk bencana banjir, wilayah yang sering disatroni banjir yaitu, wilayah Kecanatan Lembeyan dan Kartoharjo. Banjir di wilayajh itu, hanya air bah dari luapan sungai Madiun. Untuk banjir yang sifatnya menggenang terjadi di wilayah Magetan Kota, karena volume air yang masuk ke saluran irigasi tidak maksimal," katanya.

Diungkapkan Fery Yoga Saputra, wilayah Magetan pernah mengalami banjir tahun 2016, yang mengakibatkan kerugian besar, seperti rusaknya bangunan rumah, jembatan, dan hilangnya hewan peliharaan yang terbawa arus banjir.

"Sesuai informasi dari badan cuaca, Magetan bebas dari angin kencang dengan kecepata diatas 50 km/jam,"pungkas Fery Yogo Saputra.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved