Kabar Magetan

Puluhan Budayawan dan Sastrawan Jawa Berkumpul di Pendapa Magetan

Puluhan budayawan dan sastrawan Jawa serta ratusan siswa SMP menghadiri Gelar Sarasehan Budaya di pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan.

Puluhan Budayawan dan Sastrawan Jawa Berkumpul di Pendapa Magetan
doni prasetyo
Puluhan budayawan dan sastrawan Jawa serta ratusan siswa SMP menghadiri Gelar Sarasehan Budaya Dolan Maton "Ngiling Wedang Ing Cawan, Soko Driji Dadi Nyawiji", di pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Senin (10/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Puluhan budayawan dan sastrawan Jawa serta ratusan siswa SMP menghadiri Gelar Sarasehan Budaya Dolan Maton "Ngiling Wedang Ing Cawan, Soko Driji Dadi Nyawiji", di pendapa Surya Graha, Kabupaten Magetan, Senin (10/12/2018).

Acara itu dimeriahkan karawitan siswa siswi SMP di Magetan yang mengiringi pesinden (penyanyi) mengalunkan tembang Jawa melankolis.

Selain seni gamelan, undangan juga disuguhi fragmen, juga dialog tanya jawab dengan menggunakan bahasa Jawa, sebagai upaya meningkatkan penggunaan bahasa Jawa.

Sarasehan Budaya ini merupakan titik awal, untuk memotivasi para sastrawan Jawa di Kabupaten Magetan bangkit dan lebih berkarya dibidang sastra Jawa yang dimungkinkan akan musnah apabila tidak ada kepedulian dari semua lapisan masyarakat yang merasa sebagai pemilik basa Jawa itu.

"Karena kita tahu, anak anak sekarang ini sudah melupakan akar sastra Jawa. Kemudian guru guru bahasa Jawa dan nota bene, sarjana Sastra Jawa itu, gregetnya masih belum bisa diikuti,"kata Bupati Magetan Suprawoto ini kepada SuryaMalang.com. 

Dikatakan Suprawoto, sarasehan ini merupakan wahana mengingatkan kembali, agar para guru bahasa Jawa bisa berkarya, tidak hanya sekedar mengajar saja setiap hari. Tetapi kemampuan tentang bahasa Jawa bisa diasah untuk menulis.

"Jadi guru bahasa Jawa tidak hanya sekedar mengajar, tapi untuk mengasah kemampuan bahasa Jawa, bisa membuat tulisan berbahasa Jawa. Dengan menulis ini seperti mengasah kemampuan berbahasa Jawa secara terus menerus,"kata Suprawoto.

Bupati Suprawoto sejak lama menjadi Kolomnis disebuah majalah berbahasa Jawa yang sampai sekarang masih eksis, meski kurang diminati di kalangan anak muda. Namun majalah berbahasa Jawa yang telah terbit puluhan tahun ini.

Karena itu Bupati Magetan Suprawoto, mengajak para budayawan, sastrawan dan siswa dari seluruh SMP Negeri di Magetan, yang menghadiri sarasehan sastra Jawa itu untuk ikut "nguri uri" (melestarikan) bahasa Jawa dan sastra Jawa.

"Pemkab Magetan menganjurkan kepada seluruh sekolah taman kanak kanak, PAUD, agar bisa menggunakan pengantar bahasa Jawa disekolah masing masing, agar sastra Jawa bisa lestrai,"pungkas Bupati Suprawoto.

Tags
Magetan
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved