Kabar Tulungagung

Meski Produksi Surplus, Tulungagung Tetap Dapat Alokasi Jagung Impor

Sebenarnya produksi jagung di Tulungagung mengalami surplus. Setiap tahun kebutuhan untuk pakan ternak hanya sekitar 100 ton.

Meski Produksi Surplus, Tulungagung Tetap Dapat Alokasi Jagung Impor
david yohanes
Ilustrasi peternakan ayam di Tulungagung yang membutuhkan jagung untuk pakan 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG- Para peternak di Kabupaten Tulungagung dan Blitar mendapatkan alokasi jagung impor asal Brazil sebanyak 30.000 ton. Jumlah itu sama dengan setengah dari total alokasi untuk wilayah Jawa Timut, sebesar Rp 60.000 ton. Nantinya jagung itu akan disalurkan melalui Bulog Sub Divre 5 Tulungagung.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suprapti mengatakan, sebenarnya produksi jagung di Tulungagung mengalami surplus. Setiap tahun kebutuhan untuk pakan ternak hanya sekitar 100 ton.

Sementara produksi jagung tahun 2018 hingga buln November sebanyak 235,468 ton. Jumlah itu berasal dari 34.540 hektar lahan panen. Padahal luas lahan jagung tahun 2018 sebanyak 44.000 hektar. Sehingga masih ada 9.460 hektar yang belum dipanen.

"Hasil panen kita rata-rata 6,98 kuintal per hektar. Kalau semua sudah dipanen, ada lebih dari 300 ton," tambah Suprapti.

Selain untuk ternak, ada serapan jagung untuk industri makanan. Namun jumlahnya kecil, kurang dari 5 persen dari total produksi.

Diakui Suprapti, saat ini ada kekosongan stok di sejumlah sentra produksi jagung. Salah satunya karena surplus jagung Tulungagung banyak dijual ke wilayah Blitar. Karena peternakan di Blitar jauh lebih besar, kebutuhan jagung mereka juga lebih banyak.

"Selama ini penghasil jagung terbesar ada di lahan-lahan perhutani di wilayah selatan Tulungagung. Saat ini mayoritas mulai tanam, sekitar Maret atau April nanti panen lagi," ungkapnya.

Masih menurut Surapti, kekosongan jagung ini baru terjadi tahun ini. Salah satu sebabnya karena para peternak telah banyak yang berhasil membuat pakan sendiri dan tidak tergantung dengan produk pabrik. Konsekuensinya, kebutuhan jagung untuk bahan baku pakan juga meningkat drastis.

Sebelumnya Kepala Bulog Sub Divre 5 Tulungagung, Khrisna Murtianto mengungkapkan, stok jagung kosong sejak April 2018. Akibatnya peternak kesulitan mendapatkan jagung, dan harga jagung di pasaran juga meroket.

Rencananya 60.000 ton jagung asal Brazil akan masuk teluk Lamong besok, Rabu (12/12/2018). 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved