Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya Finish di Lima Besar Liga 1 2018, Djanur : Hasil Ini Cukup Terhormat

Persebaya Surabaya akhirnya finish di peringkat lima klasemen akhir Liga 1 2018 dengan raihan 50 poin, selisih 12 poin dengan juara Liga 1, Persija

Persebaya Surabaya Finish di Lima Besar Liga 1 2018, Djanur : Hasil Ini Cukup Terhormat
SURYAMALANG.COM/Habibur Rohman
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman (kanan), memimpin latihan para pemainnya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jumat (28/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYAPersebaya Surabaya akhirnya finish di peringkat lima klasemen akhir Liga 1 2018 dengan raihan 50 poin, selisih 12 poin dengan juara Liga 1, Persija Jakarta.

Hasil ini cukup mengejutkan, sebab, hingga pertengahan kompetisi tim berjuluk Bajul Ijo itu masih terseok-seok di zona papan bawah. Bahkan, hampir menyentuh zona degrdasi.

Namun, dengan tangan dingin pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman yang datang menggantikan peran Angel Alfredo Vera, Persebaya secara perlahan mulai menunjukkan kualitas sesungguhnya.

Bahkan, bisa dibilang, sebuah prestasi mengesankan bagi salah satu tim promosi Liga 1 bisa finish di posisi lima besar. Sebab, Persebaya masih didominasi oleh pemain-pemain mayoritas sejak masih dari Liga 2 2017.

Sementara dua tim promosi lain, PSIS Semarang finish di posisi 10 dengan bekal 47 poin. Sementara PSMS Medan harus terlempar ke Liga 2 di musim yang akan datang setelah hanya mampu finish di posisi akhir (18), dengan 37 poin.

“Alhamdulillah sebuah hasil yang cukup terhormat, Persebaya sebagai klub promosi bisa berada di lima besar kompetisi kasta tertinggi di negeri ini. Ini semua berkat kerja keras semua elemen, pemain, pelatih, official , managemen. Dan tidak lupa dukungan luar biasa dari Bonek yang sangat besar peranannya,” terang Djanur pada Surya, Senin (10/12/2018).

Ditambahkan pelatih asal Majalengka tersebut, capain ini sejatinya sesuai dengan target awal yang sudah ditetapkan oleh managemen. Yaitu membawa Persebaya keluar dari zona degradasi dan bisa finish di posisi papan atas.

Meskipun dituturkan pelatih 54 tahun tersebut, awal melatih Persebaya sedikit mengalami kesulitan. Bahkan laga debut Djanur bersama Persebaya harus menelan hasil buruk setelah harus takluk 0-2 dari PS Tira di pekan ke-21 (11/9/2018).

“Masuk 5 besar adalah target yg dibebankan kepada saya pada penandatanganan kontrak bulan Agustus lalu, dukanya begitu masuk langsung kalah dari PS Tira, malah dalam 5 pertandingan awal hanya menuai 1 x menang 1 x draw dan 3 x kalah itu hasil yang sangat diluar ekpektasi,” ucap Djanur.

Namun, hasil itu diungkapkan Djanur sebagai tahap adaptasi, terhadap skema dan mengenal karakter setiap pemain Persebaya. Pasalnya, setelah itu Persebaya tampil impresif dengan selalu meraih hasil positif.

Bahkan hingga akhir kompetisi hanya menelan dua kekalahan, tujuh laga sisanya berhasil dimenangkan.

Total, dari 14 laga yang sudah dilalui oleh Djanur bersama Persebaya, lima laga menelan kekalahan, satu kali imbang, delapan laga lainnya berhasil memenangkan laga.

Bahkan, Persebaya menjadi tim paling banyak mencetak gol dengan 60 gol. Mengalahkan sang juara, Persija dengan 53 gol, dan PSM Makassar di posisi dua dengan 57 gol.

“Setelah itu kerja sama pemain dan saya menuai hasil baik di pertandingan berikutnya, dan ketika menang sambutan Bonek sangat luar biasa itu yang menyenangkan dan menambah motivasi pemain di setiap laga,” tutup mantan pelatih Persib dan PSMS Medan tersebut.

Penulis: Khairul Amin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved