Malang Raya

Bekas Anggota DPRD Kota Malang Merasa Lunasi Rp 150 Juta, Jaksa Anggap Kurang Rp 20 Juta

Syahrawi, bekas anggota DPRD Kota Malang, merasa sudah melunasi uang pengganti Rp 150 juta tetapi dianggap kurang Rp 20 juta.

Bekas Anggota DPRD Kota Malang Merasa Lunasi Rp 150 Juta, Jaksa Anggap Kurang Rp 20 Juta
Pradhitya Fauzi
Syahrawi menjalani sidang dengan agenda duplik bersama 17 terdakwa lain di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Rabu (12/12/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Syahrawi, bekas anggota DPRD Kota Malang, merasa sudah melunasi uang pengganti Rp 150 juta tetapi dianggap kurang Rp 20 juta.

Hal itu terungkap saat Syahrawi menjalani sidang dengan agenda duplik bersama 17 terdakwa lain di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya di Sidoarjo, Rabu (12/12/2018).

Sidang kali ini dipimpin Ketua Majelis Hakim, Cokorda Gede Arthana. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Dame Maria Silaban, Ahmad Burhanudin, dan Andi Kurniawan.

"Sebenarnya sudah ditransfer oleh keluarga sesuai dengan tuntutan jaksa, meskipun sebagian saya tidak menerima, tapi kami berupaya untuk mengembalikan uang yang sudah didakwakan kepada kami, sehingga kami mentransfernya," kata Syahrawi kepada sebelum sidang berakhir.

Lalu, sebenarnya apa kendala yang dialami Syahrawi?

"Waktu saya mengembalikan ke KPK mungkin ketelisut (terselip), sudah berkali-kali saya transfer, totalnya Rp 150 juta kan, sampai sekarang Rp 20 juta belum terdeteksi, tapi yang Rp 130 juta sudah," lanjut anggota Fraksi PKB nonaktif itu.

Lantas, apa tanggapan JPU?

Terkait hal tersebut, jaksa Ahmad Burhanudin menjelaskan, mayoritas terdakwa sudah mengembalikan uang pengganti seperti pada dakwaan dan tuntutan yang disampaikan dalam sidang sebelumnya.

Namun masih ada terdakwa yang berkelit dan mengaku sudah mengembalikan seluruhnya, padahal sejatinya masih kurang.

"Ada saudara Suprapto, kurang Rp 20 juta juga," beber Ahmad, usai sidang.

Bagaimana dengan uang pengganti Syahrawi yang 'ketelisut'?

"Yang menjadi poin penting, Pak Syahrawi kurang Rp 20 juta, pada 24 Juli 2018 dia mengaku melakukan pengiriman, setelah kami cek pengiriman itu atas nama Abdul Hakim, makanya kami minta membawa bukti aslinya seperti apa, kalau memang kesulitan silakan datang ke bank untuk menyetorkan uang ke KPK," tandasnya.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved