Persebaya Surabaya
Dicap Gembel & Maling Gorengan, Bonek Malah Dipuji PT LIB : Bisa Jadi Panutan Suporter Lain
Bonek dan Bonita fans Persebaya yang dicap gembel dan maling gorengan, nyatanya justru membuka mata dunia dengan atraksi penuh kreativitas
Penulis: Khairul Amin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Bonek, suporter Persebaya Surabaya, melakukan metamorfosa yang luar biasa di kancah sepak bola Tanah Air.
Bonek dan Bonita (fans perempuan Persebaya) yang selama ini dicap sebagai gembel dan maling gorengan, nyatanya justru membuka mata dunia dengan atraksi penuh kreativitas saat mendukung pasukan Bajul Ijo.
Ikhwal ini, didukung dengan data bahwa Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, kandang Persebaya, selalu dipenuhi oleh Bonek dan Bonita yang menharuskannya membeli tiket via online seharga Rp 50 ribu (ekonomi) dan Rp 250 ribu (VIP).
Bahkan, catatan Bonek membawanya meraih peringkat pertama kategori suporter terbanyak Liga 1 2018 yang datang ke stadion. Selain itu, Bonek masuk lima besar suporter di Benua Asia yang rajin datang ke stadion. Tak cukup sampai di situ, YouTube Persebaya masuk 20 besar sebagai jejaring video yang paling banyak diakses (untuk ukuran sport), sejajar dengan Barcelona, Real Madrid, Manchester United dan raksasa Eropa lainnya.
• Persebaya & Persib Sejajar dengan Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United di Jagat YouTube
• Chord Kunci Lirik Lagu Song For Pride Persebaya, Suara Bonek Bonita Jadi Bara Api Pembakar Semangat
• VIDEO : Momen Dramatis saat Bejo Sugiantoro & Rachmat Irianto Menyanyikan Song For Pride Persebaya
Perubahan yang ditunjukkan oleh suporter Persebaya, Bonek, di musim kompetisi tahun ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh lingkungan masyarakat Surabaya saja, tapi juga tidak luput dari pantaun dari tim PT Liga Indonesia Baru sebagai operator Liga 1 2018.
Disampaikan oleh Hanif Marjuni, Media dan Public Relation Manager PT Liga Indonesia Baru (LIB), dia kagum dengan perubahan positif secara signifikan yang ditunjukkan Bonek dan Bonita.
“Saya melihat sekarang Bonek menjadi sangat positif, artinya bisa menjadi role model (panutan) bagi suporter lain,” terang Hanif beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Surabaya.
Perubahan itu tidak hanya dari sisi perilaku dan kedewasaan, tapi juga tingkat kreativitas, terutama di laga kandang.
“Sekarang juga sudah mulai kreatif lagi dengan banyak koreografi dan kreativitas lain saat pertandingan home, tapi tidak melanggar regulasi,” tambah Hanif.
Hampir di setiap laga kandang melawan tim-tim papan atas, Bonek Mania selalu menyajikan koreografi. Tidak hanya satu tribun, empat tribun yang ada di GBT, Green Nord, Tribun Timur, Tribun Kidul, dan Gate 21 sama-sama menampilkan koreografi.
Di luar itu, Bonek di kompetisi tahun ini menjadi suporter dengan jumlah suporter tertinggi yang hadir ke stadion sepanjang Liga 1 2018, mencapai 485,231 orang.
Dari jumlah tersebut, empat laga stadion Gelora Bung Tomo yang berkapasitas 50 ribu full house, yaitu kala jamu Arema FC, Persib Bandung, Persija, dan PSIS Semarang.
Perubahan positif Bonek Mania diakui Hanif, tidak hanya saat laga home, saat away juga Hanif menilai Bonek sudah sangat baik dalam sisi koordinasi, khususnya dengan suporter tim tuan rumah.
“Terutama saat ketika mendukung tim di away. Jujur itu menjadi kiblat bagi suporter lain, bagaimana proses koordinasinya,” tambahnya.
Namun menurut Hanif, poin penting dari perubahan Bonek adalah perubahan image dari masyarakat secara luas.
“Poin penting adalah adanya perubahan image arah positif tidak hanya dari suporter lain, tapi juga masyarakat, dulu yang dikenal gembel dan sebagainya, sekarang sudah tidak, stratanya menanjak, itu yang paling penting,” tutup Hanif.