Malang Raya

SMKN 4 Kota Malang Ajukan Jurusan Akomodasi Perhotelan

SMKN 4 Kota Malang akan mengajukan jurusan baru, yakni Akomodasi Perhotelan (AP) di tahun depan. Tujuannya untuk mendukung Badan Layanan Umum Daerah

SMKN 4 Kota Malang Ajukan Jurusan Akomodasi Perhotelan
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
SMKN 4 Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - SMKN 4 Kota Malang akan mengajukan jurusan baru, yakni Akomodasi Perhotelan (AP) di tahun depan. Tujuannya untuk mendukung Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang disandang sekolah ini. Beberapa SMK baik negeri dan swasta lain di Kota Malang juga memiliki jurusan ini.

"Rencana jurusan baru ini akan saya ajukan pada Januari 2019 nanti. Tapi hanya satu kelas," jelas Wadib Suudi, Kasek pada SURYAMALANG.COM, Minggu (16/12/2018).

Dikatakannya, jika ada jurusan Akomodasi Perhotelan (AP), maka bisa menunjang operasional guest house di sekolah ini.

"Biar ada yang ngopeni," kata Wadib.

Guest house yang diresmikan dua pekan lalu oleh Kadindik Jatim itu merupakan bekas kelas. Saat ini ada 12 kamar. Satu kamar bisa menampung tiga orang.

"Jadi kalau rombongan, bisa menampung satu bis. Rencana tahun depan akan saya tambahi 12 kamar lagi," papar dia.

Sedang untuk menunjang pemasaran, guest house diikuti jaringan aplikasi lewat traveloka dan agoda. Sebagai sekolah BLUD, maka harus bisa menggali potensinya agar memiliki pemasukan yang bisa dikelola lagi. Selain dari penginapan, juga produksi lainnya serta persewaan bus pariwisata.

"Tahun depan dari BLUD ditarget Rp 750 juta. Mungkin bisa mencapai Rp 1 miliar," jelas dia.

Di Jatim ada 20 SMKN berstatus BLUD. Bagus Gunawan, Kepala SMKN 2 Kota Malang menyatakan per SMKN beda bisnis intinya.

"Sekolah yang jadi BLUD biasanya sudah memiliki teaching factory (tefa)," kata dia.

Di tempatnya mengandalkan juga dari hotel, kafe, persewaan aula dan kantin.

"Tahun ini masa penyesuaian buat kami. Karena jadi BLUD juga tidak sederhana," papar Bagus. Namun ia berani menargetkan tahun depan omzetnya Rp 5 miliar.

Jika terpenuhi, maka bisa dipakai buat memberi tambahan uang guru yang misalkan kelebihan waktu di sekolah.

"Kalau yang tahun ini belum. Sebab baru berjalan Oktober-Desember 2018," jelas Bagus.

Untuk pemasaran hotel antara lain juga dengan dibantu aplikasi.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved