Kota Batu

Jelang Natal, Pedagang Pohon Cemara di Kota Batu justru Merana

Misalnya, penjual sekaligus petani pohon cemara, Bakri (63), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu.

Jelang Natal, Pedagang Pohon Cemara di Kota Batu justru Merana
sany eka putri
Penjual pohon cemara di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Perayaan Hari Raya Natal identik dengan pohon natal dari pohon cemara.

Lazimnya, pedagang pohon cemara pun panen. Namun saat ini, pedagang pohon cemara justru merana. 

Misalnya, penjual sekaligus petani pohon cemara, Bakri (63), warga Desa Sidomulyo, Kecamatan/Kota Batu.

Ia mengatakan sejauh ini pembeli yang membeli pohon cemara tidak begitu banyak dibanding tahun kemarin.

Saat ini rata-rata dalam satu minggu bisa laku sekitar 7 pohon. Bahkan bisa kurang dari itu. Sedangakan tahun kemarin bisa mencapai lebih dari 10 pohon yang terjual.

"Tidak begitu banyak kok mbak, paling yang beli banyak itu orang bakul atau kulakan. Karena kan sekarang ada pohon cemara yang dari plastik dan lebih murah," kata dia saat ditemui, Selasa (18/12/2018).

Dalam sehari penjualan sampai 10 pohon cemara dengan ukuran tinggi 1,5 meter itu paling banyak. Harga pohon cemara dengan ukuran 1,5 meter itu Rp 75 ribu.

Di lahan miliknya ada sekitar 70 pohon lebih dengan ukuran berbeda. Paling tinggi berukuran 2 meter lebih ada 10 pohon, dan dijual dengan harga sekitar 1 juta. Sedangkan ukuran paling kecil sekitar 1 meter dijual dengan harga Rp 25 ribu.

"Harga cemara mahal karena menanamnya yang lama. Bisa sampai empat tahun agar bisa tinggi. Tapi tidak sulit menanam cemara," imbuhnya.

Karena lanjutnya, hanya membutuhkan perawatan obat sekitar satu bulan sekali saja. Ada dua jenis cemara yang ia budidaya, yaitu jenis cemara kipas emas dan cemara Rentes. Yang paling banyak dipesan itu jenis cemara rentes. Ia menambahkan kalau pembeli paling banyak dari Bali, Jawa Tengah.

Rina penjual cemara juga menyatakan hal yang sama. Ia mengatakan kalau penjualan pohon cemara saat ini tidak begitu ramai. Justru saat ini paling banyak juga pembeli yang membeli masih dalam bentuk bibit.

"Karena saya jualnya bibit kecil. Ya kadang cuma 10 bibit saja mbak yang laku dalam sehari. Yang beli kadang dijual lagi," ujarnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved