Grity Amalia Putri, Cerdik Hadapi Prompter

Grity Amalia Putri (22) bercerita dirinya sangat senang ketika berhasil diterima sebagai pembawa berita

Grity Amalia Putri, Cerdik Hadapi Prompter
ist
Grity Amalia Putri 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Grity Amalia Putri (22) bercerita dirinya sangat senang ketika berhasil diterima sebagai pembawa berita, di sebuah stasiun TV lokal pada awal Januari 2018.

Saking senangnya, pada hari pertama siaran yang harusnya dimulai pukul 17.00 WIB, Grity, sapaan akrabnya, sudah sampai studio pukul 12.00 WIB.

"Program yang saya bawakan kan biasanya tiap pukul 17.00 WIB, nah penyiar lain biasanya datang pukul 15.00 WIB, sedangkan saya 12.00 WIB sudah datang. Saking senang sekaligus takutnya," cerita lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga tersebut sambil tertawa, Minggu (23/12/2018).

Meski begitu, perempuan yang hobi jogging itu mengaku tak masalah, karena datang awal membuatnya bisa belajar banyak dan mengecek prompter.

Menurutnya, prompter merupakan alat yang sangat perlu diperhatikan oleh seorang pembawa berita, apalagi programnya disiarkan secara langsung.

"Itu kan alat yang menunjukkan tulisan berita yang akan kami ucapkan. Jadi bahaya kalau sampai kami salah mengucapkan, meskipun misalnya kesalahan penulisan ada di prompter, atau prompternya eror. Sebagai pembawa berita, saya juga harus siap dengan kondisi seperti itu," tutur penggemar Najwa Shihab ini.

Pengalaman tak mengenakkan dengan prompter ia rasakan pada hari ketiga pemenang The Best Public Speaking dalam semifinal Brand Ambassador Sahabat LARISSA 2016 itu bekerja.

Saat itu, prompternya mati, akibat listrik studio yang juga mati.

"Tapi mau tidak mau, saya dan partner harus lanjut membawakan berita. Jadi kami melihat ke kamera dan tetap bicara. Bingung, dong. Tapi akhirnya kami bisa melewatinya, karena sebelumnya sudah tahu tentang beritanya," jelasnya.

Ia pun berpesan bagi para pembawa berita baru, untuk selalu mengikuti berita-berita terkini dan aktif menanyakan ke redaksi, supaya tetap mengerti tentang apa yang sedang dibicarakan dan bisa meneruskan acara, meski ada kesalahan teknis.

"Tiap mau on air, selalu cek teks di prompter. Tidak mau, dong, kita salah di depan seluruh Indonesia. Meski berita memang dikumpulkan oleh reporter, lalu masuk redaksi, tetap pembawa berita itu inti sebuah acara berita," pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved