News

Bolt Resmi Tutup Layanannya Hari ini, Begini Nasib Para Pelanggannya

Pemerintan Resmi Tutup Layanan Bolt Hari ini, Bagaimana Nasib Para Pelanggannya? Simak berikut ini...

Bolt Resmi Tutup Layanannya Hari ini, Begini Nasib Para Pelanggannya
Tribun Wow
Bolt Resmi Tutup Layanannya Hari ini, Begini Nasib Para Pelanggannya 

SURYAMALANG.com - Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi menutup izin penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk PT Internux ( Bolt), PT First Media, dan PT Jasnita Telekomindo.

Penutupan frekuensi dilakukan karena karena ketiganya tidak mampu memenuhi kewajiban membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi kepada negara.

Atas keputusan ini, Kominfo pun meminta kepada PT Internux dan PT First Media untuk segera memproses pengembalian hak pelanggan yang masih ada.

"Kami minta secepatnya, kami akan berkoordinasi untuk menyiapkan gerai atau sebagainya untuk mempermudah pengembalian hak pengguna(pelanggan)", jelas Ismail, Dirjen SDPPI dalam konferensi pers di kantor Kominfo, Jumat (28/12/2018).

Hotel Mercure Surabaya Siapkan Hadiah Motor hingga Tiket Liburan ke Singapura

Bambang Suryo : Saya Lakukan Itu untuk Membongkar Pengaturan (Match Fixing)

Bursa Transfer Liga 1 2019 - Daftar Pemain yang Terikat Kontrak dengan Persela, Ada Saddil Ramdani

Ramalan Cuaca Kota Malang & Sekitarnya, Sabtu 29 Desember 2018 - Hujan Lokal di Siang Hari

Ismail menambahkan, sampai saat ini pemerintah belum mendapatkan detail informasi terkait skenario dan tata cara pengembalian hak pelanggan Bolt.

Ia berharap proses ini bisa segera terselesaikan maksimal satu bulan.

Ia pun meminta operator untuk menindaklanjuti tata cara pengembalian pulsa dan kuota milik pelanggan, serta hak lain jika masih ada.

"Lebih cepat lebih baik. Pelanggan yang masih punya hak diharapkan untuk melakukan klaim sesuai prosedur yang diberlakukan kedua perusahaan tersebut", imbuh Ismail.

Terhitung sejak 19 November 2018, Kominfo telah melarang PT Internux dan PT First Media untuk menambah pelanggan baru, dan meminta untuk menghentikan aktivitas top up paket atau kuota data.

Hal tersebut dilakukan untuk mempemudah pantauan kondisi pengguna kedua perusahaan.

Halaman
123
Penulis: Fakhri Hadi Pridianto
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved