Kota Batu

Jumlah Wisata Alam di Batu

Sebagai tempat kota wisata, tentunya Kota Batu memiliki tempat wisata alam yang berlimpah.

Jumlah Wisata Alam di Batu
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Taman bunga dan spot foto di Pagupon Camp, Kawasan Wana Wisata Coban Talun, Kota Batu, Kamis (19/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sebagai tempat kota wisata, tentunya Kota Batu memiliki tempat wisata alam yang berlimpah. Dan memberikan pilihan kepada wisatawan yang menghabiskan masa liburan di Kota Batu. Dari data yang ada wisata alam di Kota Batu ads lebih dari 10.

Yaitu Coban Talun di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, Coban Rais Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu, Coban Putri Desa Tlekung Kecamatan Junrejo, Ngukir Wisata Alam di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo.

Goa Pandawa di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, Goa Pinus Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, Kampung Kungkuk Desa Punten Kecamatan Bumiaji, Coban Lanang Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Wisata Gunung Banyak Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji.

Di setiap tempat wisata ada beberapa wahana. Seperti di Coban Talun ada wahana Oyot, Pagupon, Taman Bunga, Goa Jepang, Rumah Terbalik.

Lalu di Goa Pinus ada Kampung Papua, Spot Selfie Melayang, Perahu. Sementara untuk di Coban Lanang menjadi salah satu tempat favorit wisatawan. Karena untuk menuju ke sana membutuhkan waktu 10 menit untuk menuju lokasi.

Wisatawan harus melalui jembatan yang terbuat dari bambu untuk menyebrang sunga. Jembatan ini juga menarik untuk dijadikan spot foto. Lalu menuju lokasi air terjun juga harus melewati anak tangga turun ke bawah. Dan itu ditempuh dengan berjalan kaki, dari situ menariknya lokasi wisata ini.

Air terjun yang berada di Dusun Ngujung itu menyuguhkan air terjun setinggi sekitar 15 meter. Lokasi itu diberi nama Coban Lanang karena air terjunnya merupakan air dari aliran Kali Lanang. Pengelola wisata Coban Lanang, Nuryasin mengatakan lokasi wisata ini dibuka untuk umum sekitar bulan Agustus 2018.

Dan tiket masuknya hanya Rp 10 ribu saja. "Awalnya saya melihat ada air terjun di sini, namun masih belum dikelola sama siapapun. Nah dari situ saya tertarik untuk mengelola tempat wisata ini," kata Yasin.

Apalagi di dekat air terjun tersebut juga terdapat sumber yang diyakini warga sekitar berkhasiat untuk enteng jodoh. Dilain hal tempat wisata yang tidak kalah menariknya dan banyak dicari wisatawan ialah Goa Pinus di Desa Gunungsari.

Wisata ini cukup dicari banyak wisatawan karena lokasi yang berdekatan dengan tempat wisata lainnya. Ada beberapa spot wahana yang ada di sini, seperti Goa Jepang, kampung Papua, spot foto melayang, cafe pinus, lereng goeng.

M. Munir perwakilan masyarakat yang mengelola tempat wisata Goa Pinus mengatakan saat liburan loaksi ini memang jadi buruan wisatawan. Namun sampai saat ini masih terbatas area parkir. Lokasi wisata ini dikelola oleh warga Desa Gunungsari Dusun Brau dan juga masyarakat Kecamatan Pujon.

Sehingga pemasukan bisa masuk ke desa dan juga ke masyarakat yang mengelola tempat wisata di sana. "Dulu kan di sini nggak ada Bumdes mbak, jadi masyarakat murni dari swadaya yang mengelola lokasi wisata ini. Nah kami juga kolaborasi sama masyarakat Pujon," kata Munir.

Untuk jumlah wisata rata-rata jika musim liburan sekitar 500 hingga 700 pengunjung. Ke depan yang akan diperbaiki ialah area parkir khususnya parkir mobil. Karena parkir masih ditaruh di depan pintu masuk yang berdempetan dengan jalan.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved