Malang Raya

BPBD Kota Batu Gulirkan Rencana Kontijensi untuk Antisipasi Kecelakaan di Tempat Wisata

BPBD Kota Batu akan menjalan program rencana kontijensi pada 2019 ini.

BPBD Kota Batu Gulirkan Rencana Kontijensi untuk Antisipasi Kecelakaan di Tempat Wisata
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – BPBD Kota Batu akan menjalan program rencana kontijensi pada 2019 ini. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir peristiwa kecelakaan di tempat wisata.

Sekadar informasi, di penghujung tahun 2018 lalu, tiga siswa SD Insan Mulia meninggal dunia akibat tenggelam di sungai yang berada di bawah Coban Talun pada 11 Desember 2018. Peristiwa itu menjadi catatan penting BPBD Kota Batu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti TNI/Polri, pengelola wisata dan relawan.

“Jadi untuk ke depan program kontijensi, berkaitan antisipasi keadaan darurat di tempat wisata, yang pertama kami akan berkoordinasi. Sebetulnya sudah, tapi belum ada aksi. Program itu mebeberkan bagaimana mekanisme serta skenario berdasarkan kondisi yang mungkin terjadi di tempat wisata,” ujar Rochim, Selasa (8/1/2019).

Nantinya, akan ditegaskan tupoksi masing-masing tugas. Rochim mengistilahkan untuk menentukan siapa berbuat apa ketika terjadi hal darurat.

“Setelah memiliki itu. Akan ada pelatihan dan gladi desa. Latihan dan gladi supaya kemampuan petugas efektif sesuai skenario,” ujarnya.

BPBD juga akan memberikan pelatihan kepada pengelola wisata. Ketika pengelola wisata telah memiliki kemampuan terkait antisipasi bencana, diharapkan nantinya bisa mebmerikan safety briefing  kepada pengunjung yang berwisata.

“Ini juga menjadi catatan penting bahwa setiap pengelola wisata ada yang memiliki kompetensi di bidang bencana. Mereka bisa memberikan safety briefing sebelum pengunjung berkeliling,” jelasnya.

Selama ini, belum terlihat adanya safety briefing di tempat wisata di Kota Batu.

“Jadi kami masih merencanakan, semua tempat pengelola wisata. Tempat publik punya kompetensi. Kewajiban kami memberikan pelatihan.

Kata Rochim, idealnya setiap tempat wisata memiliki satu tim yang beranggotakan sepuluh orang. Tim itu memiliki kemampuan antisipasi bencana mulai dari safety briefing hingga upaya penanggulangan.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved