Malang Raya

10 Bekas Anggota DPRD Kota Malang Mulai Diadili di Surabaya

Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Choeroel Anwar, dan Suparno H.

10 Bekas Anggota DPRD Kota Malang Mulai Diadili di Surabaya
Pradhitya Fauzi
10 anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 diadili di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, Rabu (9/1/2019) siang. Ke-10 terdakwa itu adalah Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Choeroel Anwar, dan Suparno Hadiwibowo. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Peradilan terhadap mantan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 berlangsung lagi utuk 10 terdakwa Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, Rabu (9/1/2019) siang.

Ke-10 terdakwa itu adalah Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Choeroel Anwar, dan Suparno Hadiwibowo.

Berkas perkara ini terpisah dengan 18 anggota yang sudah divonis dengan terdakwa Ya'qud Ananda Gudban, dkk.  

Sidang kali ini dipimpin ketua majelis hakim, Cokorda Gede Arthana, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terdiri dari Ahmad Burhanudin, Arif Suhermanto, dan Andik Kurniawan.

Dalam sidang dakwaan kali ini, bekras untuk 10 terdakwa untuk juga dibagi menjadi dua sesi.

Jaksa mendakwa, mereka menerima hadiah atau janji yang patut diduga untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Ringkasnya, para terdakwa menerima uang dan mengetahui atau patut diduga uang tersebut diberikan agar memberikan persetujuan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 yang diajukan oleh Pemerintah Kota Malang.

Jaksa Arif Suhermanto menguraikan, perbuatan itu dilakukan bersama-sama Mochammad Arief Wicaksono saat masih menjabat Ketua DPRD Kota Malang

Arief Wicaksono sudah divonis bersalah ketika menerima hadiah atau janji yaitu uang Rp 700 juta.

"Secara perbuatan, itu sama semua dengan yang kemarin (perkara 18 terdakwa sebelumnya)," ujar jaksa Arif Suhermanto usai sidang.

Perbuatan para terdakwa melanggar pasal 5 angka 4 dan 6 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme juncto pasal 400 ayat 3 UU RI nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD juncto UU RI Nomor 42 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 17 tahun 2014. Pradhitya Fauzi

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved