Malang Raya

Pagar Unikama Di Kota Malang Kembali Dibuka, Aktivitas Kampus Berjalan Normal

Mahasiswa bisa beraktivitas seperti sedia kala tanpa ada bayang-bayang ketakutan akibat konflik berkepanjangan.

Pagar Unikama Di Kota Malang Kembali Dibuka, Aktivitas Kampus Berjalan Normal
suryamalang.com/Benni Indo
Pintu gerbang Unikama di Kota Malang telah terbuka setelah beberapa waktu lalu ditutup akibat konflik. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Pintu gerbang Universitas Kanjuruhan Malang sudah dibuka. Pemandangan itu terlihat berbeda dari beberapa bulan sebelumnya yang selalu tertutup.

Pintu gerbang yang terbuat dari besi itu sempat rusak ketika terjadi kerusuhan di Unikama beberapa waktu lalu. Namun kini sudah diperbaiki dan berfungsi normal.

Mahasiswa terlihat keluar masuk kampus melalui pintu gerbang tersebut. Pembukaan pintu gerbang itu dilakukan oleh pihak kampus setelah adanya kepastian hukum SK Kemenkumham yang menunjuk Soedjadi sebagai ketua yayasan.

"Sebetulnya sudah kami buka sejak akhir Desember. Memang sempat ditutup ketika ada isu waktu itu. Tapi setelah itu kami buka lagi," jelas Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian.

Dengan dibukanya pintu gerbang itu, Pieter menegaskan bahwa perkuliahan di Unikama sepenuhnya telah berjalan normal. Mahasiswa bisa beraktivitas seperti sedia kala tanpa ada bayang-bayang ketakutan akibat konflik.

"Selama ini operasional kampus berjalan normal. Nah cuma, kalau sempat ditutup karena khawatir atas penyerangan," kata Pieter.

Pieter juga mengatakan, tidak semua mahasiswa peduli terhadap konflik yang telah terjadi kampus. Namun Pietter juga tidak mengelak ada sebagian kecil mahasiswa yang ditarik dalam konflik.

"Kami tetap layani mahasiswa seperti biasa. Kami tidak pernah memberi sanksi kepada mahasiswa yang mengambil sikap ke pihak sana," tegas Pieter.

Rihatining Sutantin (21) mahasiswa jurusan Pendidikan MTK angkatan 2015 mengaku kalau selama ini perkuliahan yang ia jalani berlangsung normal. Ia tidak menemui adanya kendala.

"Apalagi saat ramai-ramai itu kami sedang magang, jadi tidak tahu apa-apa," ujarnya.

Mahasiswi semester 7 asal Dampit itu berharap konflik yang telah selesai tidak terulang kembali. Pasalnya, ia ingin menjalani perkuliahan dengan baik. Apalagi saat ini dia sudah masuk semester akhir. "Ini memang sudah mengurus skripsi," katanya.

Hal senada juga disampaikan Aunur Wahyu. Ia mengaku mengetahui adanya konflik yayasan. Namun ia merasa perkuliahannya tidak terganggu. "Saya mengurus skripsi saja," ujarnya singkat. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved