Kabar Surabaya

Tiga Pemabuk Tewas Ternyata Gara-gara Miras Bercampur Solvent, Bahan Pengharum Pakaian

Tiga pemabuk asal Tambaksari, Surabaya bernama Gunadi, Wimpi Hartono, dan Sulaiman, tewas usai minum minuman keras.

Tiga Pemabuk Tewas Ternyata Gara-gara Miras Bercampur Solvent, Bahan Pengharum Pakaian
istimewa
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tiga pemabuk asal Tambaksari, Surabaya bernama Gunadi, Wimpi Hartono, dan Sulaiman, tewas usai minum minuman keras meski sempat dirawat di RS Soewandhie Surabaya, April 2018 lalu.

Mereka minum cukrik racikan Soedi di warung kopinya, Jalan Abdul Latief Kenjeran, Surabaya

Jaksa lantas menuntut hukuman delapan tahun penjara untuk Soedi di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (10/1/2019).

"Tiga korban meninggal lantaran ada zat metanol yang berpengaruh pada gangguan fungsi otak," kata jaksa Ririn Indrawati saat sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Anton Widyopriyono.

Terpisah, penasehat hukum terdakwa, Tugino, menilai tuntutan jaksa Ririn terlampau berat.

"Itu terlalu tinggi, setahu saya kalau UU Pangan maksimal dua tahun, yang dianggap terbukti sama jaksa kan hanya pasal tentang UU Pangan," kata Tugino usai sidang.

Peracik Miras di Surabaya Belajar Lewat YouTube, Akibatnya 3 Pemabuk Tewas

Sebelum penacaan tuntutan, jaksa juga menghadirkan saksi Agus Nugroho, pedagang bahan kimia solvent di Jalan Kapas Krampung, Surabaya.

Agung menjelaskan, biasanya, bahan kimia solvent merupakan pengharum dan pemutih pakaian.

"Solvent itu pelarut yang biasa digunakan untuk pemutih pakaian. Biasanya dibeli untuk yang punya usaha laundry," beber Agung dalam sidang. 

Agus biasa menjual solfent guna keperluan usaha cuci pakaian atau industri.

Ia memastikan, solvent bukan untuk campuran makanan dan minuman.

Terlebih, setiap pembeli harus sesuai aturan yang diterapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya dengan syarat harus menunjukkan surat pernyataan yang menyatakan bila bahan itu dibeli untuk industri.

Agus mengaku tak tahu menahu bila Soedi pernah membeli solvent di tokonya yang ternyata digunakan campuran miras.

Agung berdalih, selama ia tidak pernah melayani Soedi lantaran melayani pembelian adalah dua karyawannya yang sudah tak lagi bekerja padanya.

"Toh kalau ditanya, juga sering jawab tak sesuai, jadi saya memang kadang tidak tanya ke pembeli mau dipakai buat apa," tuturnya.  TribunJatim/Pradhitya Fauzi

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved