Kabar Surabaya

BBKSDA Jatim Sebut Burung Sitaan dari Jember dalam Kondisi Aman dan Sehat

Kepala BBKSDA Jatim, Dr Nandang Prihadi, mengatakan, keadaan burung hasil sitaan dari Jember dalam kondisi aman dan sehat.

BBKSDA Jatim Sebut Burung Sitaan dari Jember dalam Kondisi Aman dan Sehat
TribunJatim/Kukuh Kurniawan
SATWA LANGKA - Kepala Subbag Data Evaluasi Pelaporan & Kehumasan, Gatut Panggah Prasetyo, ketika mengecek Elang Jawa di kandang transit BBKSDA Jatim. 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim, Dr Nandang Prihadi, mengatakan, keadaan burung hasil sitaan dari Jember dalam kondisi aman dan sehat.

"Meskipun sempat ada yang mati namun bukan disebabkan karena kelaparan tetapi faktor usia dan stress. Justru beberapa burung yang ada di Jember malah bertelur dan memiliki anak sehingga jumlahnya malah bertambah," jelasnya, Jumat (11/01/2019).

Ia juga menjelaskan dalam menjaga barang bukti satwa burung tersebut juga memperhatikan prinsip kesejahteraan satwa.

"Selain mempertimbangkan prinsip tersebut dan mengingat keterbatasan kandang transit dan perawat satwa di BBKSDA Jatim. Maka sebagian besar burung tersebut ada yang ditaruh di unit penangkaran milik tersangka juga ada yang dititipkan di Eco Green Park Batu," terangnya.

Ia pun juga mengatakan bahwa pada 10 Januari 2019 petugas dari Kejaksaan Negeri Jember, Kabid KSDA Wilayah Jember dan dokter hewan dari Dinas Peternakan Jember juga telah melakukan pemeriksaan ke lokasi.

"Total kandang dan kubah yang ada di lokasi Jember sejumlah lebih dari 200 kandang, tiap kandang berisi 1-3 ekor burung," ujar Nandang.

Ia membeberkan, nanti ada beberapa poin penting yang dilakukan oleh BBKSDA Jatim terkait barang bukti satwa burung tersebut.

"1). Melakukan penguatan penjagaan dan pengawasan di lokasi penangkaran tersangka yaitu CV. Bintang Terang dengan menugaskan tenaga Polisi Hutan dan Aparatur Sipil Negara (Non Polisi Hutan) selama 24 jam. 

2). Mengalokasikan anggaran biaya operasional pemeliharaan sementara selama 2 minggu ke depan terhitung 7 Januari 2019.

3). Melakukan koordinasi secara intensif dengan Kejari Jember terkait tindak lanjut ke depannya.  4). Mengidentifikasi lembaga konservasi yang bersedia dan menerima siap menerima titipan sementara khususnya kesiapan kandang, perawat satwa, dan pakan.

5). Kemungkinan lainnya adalah bekerjasama dengan WCS (Wildlife Conservation Society), JAAN (Jakarta Animal Aid Network), KKI (Komunitas Konservasi Indonesia) dan PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) Cikananga, burung tersebut direhabilitasi untuk kemudian dikembalikan ke alam," tandasnya.  TribunJatim/Kukuh Kurniawan

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved