Kabar Pasuruan

Polisi Masih Memburu Otak Pembuat Video Hoax Bank BCA Di Pasuruan

Polres Pasuruan masih mengejar dan memburu pembuat video itu pertama kali. Karena ternyata, empat orang yang ditangkap adalah penyebar bukan pembuat.

Polisi Masih Memburu Otak Pembuat Video Hoax Bank BCA Di Pasuruan
suryamalang.com/Galih Lintartika
Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono saat berbincang dengan empat tersangka penyebar video hoax BCA Pandaan. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Meski sudah menangkap empat pelaku penyeberan video hoax yang menyebutkan bank BCA Pandaan dirampok, Satreskrim Polres Pasuruan ternyata masih memiliki pekerjaan rumah.

Polres Pasuruan saat ini masih mengejar dan memburu pembuat video itu pertama kali. Karena ternyata, empat orang yang ditangkap adalah penyebar bukan pembuat. Keempatnya yang menyebarkan video hoax itu ke media sosial, Facebook dan grup whatsapp pertama kali.

Waka Polres Pasuruan, Kompol Supriyono menjelaskan, otak pembuat video hoax ini masih belum tertangkap. Kata dia, yang baru ditangkap adalah penyebar berita bohongnya tersebut.

"Masih dikembangkan. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. dalam pemeriksaan, keempat ini juga tidak tahu siapa yang membuat dan merekam video tersebut," katanya.

Menurut dia, keempat orang ini, merupakan korban berita hoax. Tapi, sayangnya, mereka mudah percaya dan ikut menyebarkan berita hoax tersebut. Parahnya lagi, aksi mereka yang ikut menyebarkan berita hoax ini berdampak luar biasa.

"Akhirnya berantai. Dari postingan mereka ini, banyak yang merepost dan menyebarkan berita hoax itu. Akibatnya , banyak yang percaya jika terjadi perampokan di Bank BCA Pandaan yang dilakukan delapan orang dengan alat persenjataan lengkap," tambah dia.

Dalam kasus ini, lanjut Wakapolres, keempatnya melanggar Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. Mereka bukan membuat, tapi menyebarkan berita hoax.

"Ancaman pidananya 2 tahun. Ini kami akan usut tuntas. Kami akan cari pelaku pembuat video hoax yang menyatakan telah terjadi perampokan Bank BCA Pandaan," tandas Supriono.

Sekali lagi, Supriyono menegaskan, yang dijadikan berita hoax ini adalah kaca Bank BCA yang pecah secara tiba - tiba. Fakta itu dipelintir dan menjadi seolah - olah kaca pecah akibat tembakan dari perampok berjumlah delapan orang.

Faktanya, kaca itu pecah dengan sendirinya. Kuat dugaan, kaca ini sudah berumur tua dan sudah saatnya dilakukan pergantian dengan kaca yang baru.

"Ini menjadi peringatan. Jangan sekali - kali mencoba menyebarkan berita hoax. Kalau terbukti, akan kami buru dan akan kami tindak tegas. Saya juga menghimbau kepada masyarakat Pasuruan untuk cerdas dan pintar dalam menyikapi berita apapun. Karena menjelang Pilpres dan Pileg ini banyak sekali berita hoax," tambah dia.

Menurut Wakapolres, dampak berita hoax tentang perampokan di Bank BCA Pandaan ini membuat semua orang takut. Berita itu menebar ketakutan, dan trauma bagi siapa saja yang mengetahuinyan Karena memang, beritanya dibuat seolah - olah terjadi perampokan dengan situasi yang mencekam.

"Kami masih dalami motifnya mereka apa yang membuat video ini. Kalau motif keempat tersangka ini jelas, mereka hanya ingin sekadar bebagi info ,tapi infonya hoax. Harusnya begitu mereka mendapatkan postingan video itu dikroscek kebenarannya, benar atau tidak, jangan asal posting sembarangan. dan sekarang akibatnya, mereka harus mempertanggung jawabkab perbuatannya," tuturnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved