Rumah Politik Jatim

KPU Jatim Lomba Selfie di TPS Demi Tingkatkan Partisipasi Pemilih

”Kami akan menyiapkan lomba mural, lomba jingle pemilu, festival band, hingga lomba swafoto di TPS,” kata Gogot kepada SURYAMALANG.COM.

KPU Jatim Lomba Selfie di TPS Demi Tingkatkan Partisipasi Pemilih
bobby constantine koloway
Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro saat menghadiri Lomba Cerdas Cermat (LCC) bertemakan pemilu yang menyasar peserta untuk SMA se-derajat pada akhir Desember silam, (Jumat, 21/12/2018) lalu.    

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Berbagai terobosan disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih. Bukan hanya aksi sebelum pencoblosan, KPU Jatim rencananya akan menyiapkan sejumlah lomba yang di antaranya akan dilaksanakan pada hari H pencoblosan, 17 April 2019 mendatang.

Komisioner KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan bahwa lomba tersebut menjadi salah satu terobosan sosisalisasi pihaknya selain bertatap muka secara langsung. 

”Kami akan menyiapkan lomba mural, lomba jingle pemilu, festival band, hingga lomba swafoto di TPS,” kata Gogot kepada SURYAMALANG.COM ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (11/1/2019).

Namun, Gogot enggan menjelaskan detail lomba tersebut. Saat ini, mekanisme masing-masing lomba tengah di bahas oleh internal KPU. ”Kami masih punya waktu tiga bulan kedepan,” kata Gogot.

Tak hanya rencana kedepan, sebelumnya KPU Jatim juga telah mengadakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) bertemakan pemilu yang menyasar peserta untuk SMA se-derajat pada akhir Desember silam, (Jumat, 21/12/2018). 

LCC tersebut digelar atas kerjasama KPU dengan pihak Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Jawa Timur. LP Ma'aarif merupakan lembaga pelaksana kebijakan pendidikan di Nahdlatul Ulama (NU). 

Berada di Kantor KPU Jatim yang berlokasi di Surabaya, sekitar 180 siswa dan beberapa guru pendamping ikut serta dalam acara yang berlangsung sejak pagi ini.

Pria yang membawahi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat ini menjelaskan bawha acara ini menjadi strategi pihaknya dalam sosialiasi dan pendidikan pemilih, khususnya bagi pemula dan sederajat. Apalagi tak hanya itu, selama ini pihaknya telah membuat banyak kegiatan sosialisasi. "Baik yang sudah maupun akan kita laksanakan," urainya.

"Tidak hanya KPU, tapi juga menggerakkan penyelenggara sampai level ppk, pps dan bahkan PPDP yang bertugas melakukan pemutakhiran daftar pemilih," lanjut Gogot.

Bahkan, di dalam hal sosialisasi pihaknya juga melibatkan stakeholder terkait. "Mulai dari Bawaslu, pemerintah provinsi maupun kabupaten, sekolah, kampus, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, dan beberapa lainnya," urainya.

Dengan berbagai terobosan tersebut, pihaknya meyakini dapat meraih target pemilu, yakni minimal mendapat 77,5 persen partisipasi pemilih. "Kami optimis partisipasi masyarakat meningkat," terangnya.

Berdasarkan hasil survey yang dirilis oleh Surabaya Survey Center (SSC), Rabu (9/1/2019) menunjukkan jika 88.8 persen responden memastikan diri akan hadir di TPS dan menggunakan hak pilih mereka. ”Sedangkan 11,2 persen sisanya mengaku belum tahu pasti akan menggunakan hak pilih atau tidak,” papar Mochtar W Oetomo, Direktur SSC.

”Dengan hasil 88,8 persen di Jawa Timur ini menunjukkan jika masyarakat Jatim masih peduli terhadap proses politik bangsa. Jumlah ini pun meningkat drastis dibandingkan saat Pilkada Serentak 2018 lalu. Saat itu, di Jatim, partisipasi publik hanya menyentuh angka 69,55 persen,” pungkas Mochtar.

Sebagai informasi, hasil survey yang dirilis oleh SSC pada kesempatan ini berdasarkan pada survey yang dilaksanakan mulai 10-20 Desember 2018 di 38 Kab/Kota di Jawa Timur. Riset yang dilakukan menggunakan 1070 responden melalui teknik stratified multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih sebanyak 3 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved