Kabar Kediri

Razia Warung Miras, Satpol PP Temukan Pekerja Anak-anak Di Kota Malang

Tiga remaja pekerja perempuan masih di bawah umur ditemukan belum memiliki kartu identitas kependudukan berupa KTP.

Razia Warung Miras, Satpol PP Temukan Pekerja Anak-anak Di Kota Malang
suryamalang.com/Didik Mashudi
Petugas Satpol PP Kota Kediri memperlihatkan botol dan teko berisi miras pada razia di warung kawasan GOR Jayabaya, Sabtu (12/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Satpol PP Kota Kediri melakukan razia warung di kawasan GOR Jayabaya. Selain menemukan remaja pesta miras juga mengungkap pekerja anak untuk melayani penjualan miras, Sabtu (12/1/2019).

Saat petugas tiba di lokasi mendapati seorang laki- laki sedang pesta miras. Sedangkan tiga remaja perempuan masih di bawah umur ditemukan karena belum memiliki kartu identitas kependudukan berupa KTP.
Barang bukti miras oplosan yang diamankan petugas berupa setengah botol dan teko berisi miras dengan isi setengah teko.

Selanjutnya pria yang pesta miras bersama tiga perempuan masih di bawah umur yang dipekerjakan di warung diamankan di Kantor Satpol PP Kota Kediri untuk pendataan dan pembinaan.

Sementara pemilik warung atas nama Retno, warga Kelurahan Bangsal, Kota Kediri telah membuat surat pernyataan akan memberikan keterangan lebih lanjut kepada petugas.

Perempuan berkacamata itu mengakui, saat petugas tiba di warungnya mendapati ada pesta miras dengan barang bukti miras setengah botol dan setengah isi teko.

Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid saat dikonfirmasi Suryamalang.com menjelaskan, pria pelaku pesta miras dan tiga perempuan yang diperkerjakan di warung miras telah mendapatkan
pembinaan.

"Ada indikasi pemilik warung mempekerjakan anak-anak di bawah umur dengan gaji Rp 500.000 per bulan. Kami menyesalkan pemilik warung kedapatan juga menjual miras," ungkapnya.

Selain memberikan pembinaan, orangtua ketiga anak yang dipekerjakan di warung yang menjual miras bakal dipanggil petugas. "Untuk penanganan lebih lanjut, tiga pekerja anak bakal ditangani Dinas Sosial dan perlindungan anak," jelasnya.

Sementara pemilik warung akan dipanggil untuk dimintai keterangannya. Apabila ditemukan bukti pelanggaran sanksinya warung akan ditutup dan di proses tindak pidana ringan (Tipiring).

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved